Happy Hello Kitty Kaoani

Tidak Diizinkan Klik Kanan Untuk Copy Paste !!!

Minggu, 05 Juni 2016

Belum Diperbaiki, Bendung Gerak Dikhawatirkan Runtuh

Senin, 06 Juni 2016 10:00:47Belum Diperbaiki, Bendung Gerak Dikhawatirkan Runtuh
Reporter : Dita Afuzal Ulya

blokBojonegoro.com -
 Kerusakan bangunan bawah Jembatan Bendung Gerak yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, hingga kini belum diperbaiki. Bila dibiarkan kerusakan bangunan plengsengan, selasar, dan beton bendung gerak itu dikhawatirkan akan semakin parah dan mengancam runtuhnya jembatan.

Kasi Operasi Unit Pelaksana Tekni Pengelola Sumber Daya Air (UPT PSDA) Bojonegoro, Muhammad Taufiq mengatakan hingga sampai saat ini belum ada tindakan dari Balai Besar Bengawan Solo untuk memperbaiki bendung gerak yang rusak itu.

"Kami sudah cek langsung kondisi kerusakan bangunan di Bendungan gerak," ungkapnya.

Menurutnya, jika tidak segera diperbaiki akan menimbulkan kerusakan lebih parah. Sehingga pihaknya masih berupaya mendesak Balai Besar Bengawan Solo (BBWS) untuk segera memperbaiki.

Penyebab kerusakan bangunan tersebut belum dipastikan. Sebab, hasil investigasi oleh Balai Besar Bengawan Solo belum diumumkan ke pihaknnya.

Ia menjelaskan, konstruksi bangunan Bendung Gerak tersebut adalah tanggungjawab Balai Besar Bengawan Solo. Pihaknya, hanya bertugas memantau terkait air di bendungan tersebut.

Plengsengan Bendung Gerak itu longsor di dua titik. Titik pertama di Desa Ngringinrejo sepanjang 20 meter dan titik kedua di Desa Padang sepanjang 10 meter. Selain itu, lantai selasar di bawah jembatan juga rusak dan ambrol cukup parah.

Plengsengan di dua sisi jembatan Bendung Gerak itu ambrol dengan kedalaman sekitar 3-4 meter. Plengsengan itu terlihat ambrol setelah genangan banjir di Bengawan Solo terlihat surut.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, ambrolnya plengsengan Bendung Gerak itu diduga karena tekanan dan gerusan air yang mengalir deras. Selain itu, sekitar lokasi bangunan masih terdapat penambang pasir yang menggunakan mesin mekanik. Baik itu di bagian hulu maupun bagian hilir Bendung Gerak.

"Seharusnya penambang pasir mesin mekanik ini sudah tidak diperbolehkan operasi. Dan jarak radius sekitar 500 meter harus steril dari kegiatan tambang," ungkap Andik.

Bendung Gerak itu mulai dibangun pada 5 Mei 2009 dan selesai pada Maret 2012. Bendung gerak itu dibangun oleh PT Waskita Adhi Karya dan PT Barata. Sedangkan, konsultan pembangunan bendung gerak itu dari Jepang. Pembangunan bendungan gerak itu menghabiskan dana senilai Rp351 miliar. [ita/ito]

Jumat, 27 Mei 2016

Bau Busuk Sampah Dikeluhkan Pengunjung Bendung Gerak

Jumat, 27 Mei 2016 18:00:00 Bau Busuk Sampah Dikeluhkan Pengunjung Bendung Gerak
Reporter: Dita Afuzal Ulya

blokBojonegoro.com - Bau busuk akibat tumpukan sampah yang menutupi air di depan pintu bendung Gerak Desa Ngringinrejo dan Desa Padang, membuat para pengunjung resah saat mengunjungi dan bersantai di Bendung Gerak.

Astri (30), salah satu pengunjung mengungkapkan rasa ketidaknyamanannya dengan adanya bau busuk yang ditimbulkan dari sampah tersebut. Bahkan, dia harus menutup hidungnya sepanjang bersantai di Bendung Gerak.

"Jangankan di bawah jembatan, lewat di atas jembatannya saja bau busuk luar biasa mbak, coba aja sendiri buktikan," cetusnya.

Pemandangan dan bau busuk seperti itu dirasa sangat mengganggu kenyamanan pengunjung di Bendung Gerak, terlebih plengsengan dan juga lantai sebelah timur ambrol membuat pengunjung was-was.

Salah satu pengunjung lain, Suyuti Nashir (48), sangat menyayangkan kondisi Bendung Gerak yang merupakan salah satu tempat wisata di Bojonegoro menjadi seperti itu. Seharusnya, kata Suyuti, ada tindakan khusus secara langsung yang diambil oleh Pengelola Bendung Gerak maupun pihak Desa.

"Jangan menutup mata semua lah, kalau sudah begini ya harusnya segera ada tindakan, setidaknya dibuka lagi pintu airnya," gerutunya. [ita/mu]

Korban Asusila Ayah Tiri Sudah Didampingi Advokat P3A

Jumat, 27 Mei 2016 14:00:00 Korban Asusila Ayah Tiri Sudah Didampingi Advokat P3A
Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Kabupaten Bojonegoro, turut memantau proses penyidikan kasus pemerkosaan bocah sekolah dasar di Desa Bendo Kecamatan Kapas. Saat ini, korban pemerkosaan sudah didampingi psikiater untuk rehabilitasi kejiwaan.

"Kita coba lakukan pendampingan dan berikan psikiater khusus anak, supaya tidak terguncang," kata Tim Advokasi P3A Bojonegoro, Ummu Hani.
[Baca juga: Bapak di Bendo Lima Kali Setubuhi Anak Tiri]

Dikatakan, kondisi bunga (12), korban pencabulan ayah tirinya masih sangat memprihatinkan, korban mengalami trauma berat pasca kejadian tersebut. Untuk pemulihan trauma, tim pendampingan dan advokasi P3A Bojonegoro, membawa bunga ke rumah aman.

"Kami akan mendampingi dan membantu korban mendapatkan kenyamanan sampai pulih," kata Ummu Hanik.

Beberapa metode P3A sudah dijalankan kepada korban kekerasan maupun asusila. Seperti konseling harus dilakukan dengan intens, supaya anak tidak tertekan. Selain itu, dengan membantu terapi menghilangkan trauma.

Kejadian itu, terjadi saat ibu korban pergi bekerja sebagai asisten rumah tangga. P3A sangat prihatin dengan kejadian tersebut, dan akan mendampingi korban mendapat keadilan. P3A tidak lelah mengkampanyekan gerakan anti kejahatan seksual di mana saja dan kapan saja serta oleh siapa saja.

Oleh karena itu, lanjut Ummu Hanik, sebagai langkah preventif, dianjurkan kepada orang tua dan guru, yang dalam hal ini pelaku pendidikan anak praktis untuk lebih intens mengawasi anak-anak, baik usia dini ataupun remaja.

Kasus ini sudah ditangani UPPA Polres Bojonegoro. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka S (45), kini mendekam di sel Mapolres Bojonegoro. Dia dijerat pasal persetubuhan dan Undang-Undang PKDRT No 23/2004 dengan ancaman 12 tahun penjara. [oel/mu]

Usaha Tambang Ilegal Padangan Milik Mantan Anggota Dewan

Jumat, 27 Mei 2016 12:00:00 Usaha Tambang Ilegal Padangan Milik Mantan Anggota Dewan
Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Dua lokasi penambangan pasir darat secara ilegal di Desa Prangi dan Desa Tebon Kecamatan Padangan disebut-sebut milik mantan anggota DPRD Bojonegoro berinisial S. Dalam waktu dekat, yang bersangkutan akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, saat ini proses hukum kasus tambang ilegal di Kecamatan Padangan masih terus berjalan. Dalam waktu dekat, pemiliknya akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

"Secepatnya akan kita mintai keterangan. Saksi yang sudah diperiksa mengakui, jika itu tambang milik mantan anggota dewan berinisial S," ungkap Kapolres.

Informasi yang dihimpun, S menggunakan CV Tipas Group, yang bekerjasama dengan pihak desa untuk mengelola penambangan pasir darat secara ilegal di atas lahan perorangan dan pemerintah (solo valley), Desa Prangi Kecamatan Padangan, sedangkan untuk yang berada di Desa Tebon dikelola oleh orang luar daerah yaitu Kabupaten Blora.

Dari hasil razia tersebut, pihak yang berwenang langsung mengamankan tempat kejadian perkara dan menyita barang bukti berupa dua unit eksavator dari dua lokasi, satu unit truk, satu diesel untuk menaikan pasir dan mengamankan operator sekaligus pekerja yang saat itu berada di lokasi.

Kapolres mengaku, akan terus mendalami kasus tersebut dan semua pihak yang terlibat. Namun dia memastikan tidak ada oknum dibalik usaha tambang ini. Kalau memang ada, kapolres meminta media atau masyarakat langsung melapor kepadanya. [oel/mu]

Ditabrak Pemotor, Warga Ngrowo Tewas di Jalan Pemuda

Jumat, 27 Mei 2016 09:00:59 Ditabrak Pemotor, Warga Ngrowo Tewas di Jalan Pemuda
Reporter : Joel Joko

blokBojonegoro.com - Aksi ugal-ugalan pemotor di jalan raya kembali merenggut korban jiwa. Mohamad Khosim atau Abi Khosim warga Kelurahan Ngrowo, Kecamatan/Kota Bojonegoro meninggal dalam kecelakaan di depan supermarket Bravo, Jalan Pemuda, Kamis(26/5/2016) malam.

Pria yang juga Petugas Pencatat Nikah (PPN) Kelurahan Ngrowo ini meregang nyawa seketika dalam keadaan tengkurap. Menurut keterangan warga setempat, awalnya korban mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter dengan Nopol S 5930 CU melaju pelan.

"Saat korban akan belok kiri, kemudian ada sepeda motor dari belakang dengan cepat langsung menabrak korban," kata Bambang warga setempat.

Dalam peristiwa itu, korban meninggal seketika. Korban ditabrak tiga bocah yang mengendarai motor Honda Legenda dengan nopol S 4454 DI juga mengalami luka berat dan kritis. Selanjutnya pengendara yang terluka maupun korban meninggal dievakuasi ke rumah sakit.

Belum jelas identitas pengendara motor yang berboncengan tiga. Tapi menurut warga menyebutkan mereka masih anak-anak. Sejumlah petugas polisi langsung melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) di lokasi kejadian.

Diduga dua korban luka yang menabrak korban ini warga Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo, seperti yang disebutkan salah satu korban saat menjenguk korban di rumah sakit. Situasi di rumah sakit sangat ramai dipadati teman-teman korban yang memastikan kondisi mereka.[oel/ito]

Truk Bermuatan Batako Patah As Roda di Bundaran Adipura

Jumat, 27 Mei 2016 15:30:00 Truk Bermuatan Batako Patah As Roda di Bundaran Adipura
Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Truk bermuatan batako mengalami patah as roda di Bundaran Adipura Kelurahan Sumbang Kecamatan Kota Bojonegoro, Jumat (27/5/2016) tadi. Akibatnya, jalur dari Jalan Untung Surapati menuju ke Jalan Diponegoro, maupun ke Jalan Gajah Mada macet.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB, saat truk L 8004 MF akan mengirim material bangunan berupa batako ke wilayah Kedungadem Bojonegoro. Tapi saat melintas di Bundaran Adipura, mengalami patah as roda.

"Mungkin terlalu menikung saat belok jadi sampai patah," kata Wahyu, seorang pengendara motor.

Dari pantauan di lokasi, petugas dari Sat Lantas Polres Bojonegoro dan Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, tengah sibuk mengatur lalu lintas setempat. Iskandar, Kepala Dishub Bojonegoro di sela-sela kejadian mengungkapkan, "kita lihat nanti, apakah uji kir-nya masih berlaku apa sudah mati," katanya.

Setelah sekitar 30 menit, arus lalu lintas kembali normal, dan truk disarankan ke bengkel terdekat untuk diperbaiki. Sujud, kernet truk mengatakan kendaraannya sempat mogok, namun setelah dievakuasi, ban truk lepas dan muatan ambrol. [oel/mu]