Happy Hello Kitty Kaoani

Tidak Diizinkan Klik Kanan Untuk Copy Paste !!!

Senin, 16 Oktober 2017

Benarkah Berenang Bikin Gemuk?

Selasa, 17 October 2017 07:00:50

Benarkah Berenang Bikin Gemuk?
Reporter: -

ruditorosetiawan.com -
Banyak orang takut berenang karena berenang disebut bisa menyebabkan gemuk. Mungkin orang-orang itu juga melihat bahwa banyak orang tak kunjung langsing walau rajin berenang. Tapi benarkah berenang menyebabkan gemuk?

Tentu pendapat itu keliru. Berenang justru bisa menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Saat berenang, tubuh membakar kalori cukup banyak. Berenang selama 60 menit dapat membakar sekitar 500 kalori, bahkan bisa mencapai sekitar 700 kalori.

Semakin berat tubuh Anda, semakin banyak kalori yang dibakar saat berenang. Banyaknya kalori yang dibakar juga ditentukan oleh gaya berenang. Gaya kupu-kupu bisa Anda pakai jika ingin membakar kalori secara maksimal. Dalam 10 menit, berenang gaya kupu-kupu bisa membakar kalori hingga 150 kalori pada orang dewasa dengan berat 72,5 kg.

Selain gaya kupu-kupu, gaya bebas juga bisa membakar kalori cukup banyak. Setelah itu, gaya dada dan gaya punggung, yang pembakaran kalorinya setara dengan jalan cepat atau jogging.

Jika ingin berat badan cepat turun, sebaiknya berenang setidaknya 30 menit per hari. Hal ini karena pada menit-menit awal berenang, tubuh akan membakar karbohidrat terlebih dulu dan setelah itu baru membakar lemak.

Pembakaran lemak biasanya terjadi setelah sekitar 20 menit berenang. Sebaiknya mulailah berenang dengan durasi 10 menit terlebih dahulu, jika Anda baru mulai berenang, dan kemudian bisa ditingkatkan secara bertahap.

Menurut American Heart Association, berenang selama 30-60 menit dalam 4-6 hari seminggu dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan mengurangi risiko stroke, diabetes, dan penyakit jantung.

Bagaimana berenang bisa membakar banyak kalori?

Berenang efektif menurunkan berat badan karena semua otot digerakkan, termasuk otot di tubuh bagian bawah, tubuh bagian atas, otot inti, dan otot punggung. Selain itu, berenang juga membuat organ jantung dan paru bekerja lebih berat untuk menyediakan oksigen yang dibutuhkan tubuh.

Berenang juga membuat otot lebih kuat dan meningkatkan massa otot. Hal ini kemudian dapat membuat tingkat metabolisme meningkat sehingga tubuh bisa membakar kalori lebih banyak.

Anda mungkin tidak menyadari bahwa sudah mengeluarkan banyak usaha saat berenang karena tidak berkeringat dan badan masih dingin. Tapi jangan salah, sebenarnya tubuh Anda banyak bergerak dan menggunakan banyak energi saat berenang.

Namun, karena gerakannya di air, jadi Anda tidak merasa berat saat melakukan gerakan. Pada dasarnya, air dapat menetralisasi gravitasi, membuat tubuh kurang berbobot, sehingga akan lebih mudah bergerak tanpa usaha yang banyak.

Berenang juga merupakan olahraga dengan risiko cedera yang sangat rendah. Anda bisa berenang hampir tiap hari tanpa harus khawatir akan cedera. Ini tentu menjadi sebuah keunggulan olahraga renang dibandingkan olahraga lainnya, seperti lari, untuk menurunkan berat badan.

Setelah berenang, jangan makan terlalu banyak

Walau begitu, disarankan Anda tidak makan terlalu banyak setelah berenang, ini juga berlaku untuk semua jenis olahraga. Hal ini tentu bisa membuat berat badan sulit turun walaupun sudah olahraga.

Nafsu makan pasti meningkat setelah berenang karena terpapar suhu air yang dingin. Orang kemudian melampiaskannya dengan banyak makan. Inilah sebenarnya penyebab naiknya berat badan. Jadi bukan berenangnya yang membuat gemuk, tapi porsi makan setelahnya.


Sumber: http://lifestyle.kompas.com/read/2017/10/16/151800220/
benarkah-berenang-bikin-gemuk-

Tokoh Agama: Wajar Kalau Ada Makam Waliyullah

Senin, 16 October 2017 14:00:32
Penemuan 4 Makam Waliyullah di Ngumpakdalem

Tokoh Agama: Wajar Kalau Ada Makam Waliyullah
Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com- Adanya 4 makam waliyullah yang ada di wilayah Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten  Bojonegoro, tepatnya di Dusun Kedungrejo dirasa hal yang wajar oleh tokoh agama.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu tokoh agama dusun setempat, Kiai Ali. Menurutnya, penemuan makam Waliyullah itu sebagai bukti bahwa di dusun setempat memang diyakini adanya tokoh penyebar islam.
[Baca juga: Warga Ngumpakdalem Kaget Adanya Makam Waliyullah ]

Masih menurut cerita, bahwa makam itu masih ada kaitannya dengan tokoh islam yang berasal dari desa sekitar wilayah Leran. Hal itu diketahui setelah mendapat kabar dari Kiai Ansori Tuban yang masih merupakan keturunan beliau yang dimakamkan di tempat itu.

Sebanyak 4 makam yang ditemukan yang semuanya dianggap sebagai Waliyullah. Makam tersebut adalah Makam Syeikh Mega, Syeikh Malang, Syeikh Rekso dan Makam Syeikh Qodir.  Dengan ditemukannya makam-makam itu sebagian masyarakat antara percaya dan tidak, bahwa di dusun tersebuti ada makam Waliyullah.

Kyai Ali juga mempercayai akan adanya makam Waliyullah itu, meski harus dibuktikan dengan beberapa catatan.

"Masyarakat boleh percaya, boleh tidak adanya makam Waliyullah itu, tergantung keyakinan masyarakat sendiri," ujarnya saat ditemui blokBojonegoro.com di kediamanya.

Walaupun begitu, dirinya menyambut baik apabila masyarakat ingin membangun cungkup atau fasilitas lainnya. "Saya setuju-setuju aja, dan apabila diundang Ngaji ya siap ke sana," ungkapnya.  [saf/ito]

Disdag Akan Pasang Papan Harga Digital di Pasar Tradisional Bojonegoro

Senin, 16 October 2017 13:00:32

Disdag Akan Pasang Papan Harga Digital di Pasar Tradisional Bojonegoro
Reporter: Maratus Shofifah

blokBojonegoro.com -
Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan (Disdag) untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional. Pasalnya selama ini, warga seringkali dibuat resah oleh fluktuasi dadakan harga kebutuhan pokok. Untuk itu Disdag akan memasang papan harga digital di Pasar Tradisional Bojonegoro.

Dalam papan tersebut, nantinya akan tersaji informasi sejumlah daftar harga kebutuhan bahan pokok terkini baik dengan kenaikan maupun penurunan.

Kepala Bidang Sarana Perdagangan Dinas Perdagangan, Agus Haryana mengatakan, papan harga digital itu, akan dipasang di area Pasar Bojonegoro yang merupakan pasar pusat tradisional di Kota Ledre ini. Nanti di papan akan tertera running text yang isinya tentang harga kebutuhan bahan pokok, mulai beras hingga bawang putih dan bawang merah serta sejenisnya.

"Rencana tahun ini akan segera terealisasi," ujanya.

Dengan begitu, pedagang tidak bisa menjual harga lebih mahal dari harga yang tertera di dalam papan digital. Papan harga digital akan sangat membantu, karena warga akan memiliki panduan harga yang akurat, sebelum berbelanja.

"Pembeli nantinya bisa melihat sendiri, jika pedagang menjual dengan harga lebih mahal pasti akan ketahuan," imbuhnya.

Sampai saat ini, pihak Disdag sudah menggunakan update harga melalui Website. Setiap harinya, tim dari Disperindag mendapatkan informasi harga dari update pasar jadi bisa mengetahui lonjakan harga.

"Langkah awal kita mencoba di pasar yang paling prioritas dulu, jika hasilnya ditanggapi masyarakat secara positif, tentu akan dipasang di pasar lain," ungkap Agus. [ifa/ito]

Kerja Bangunan, Tak Sangka Bisa Sekolahkan Anak Hingga SMA

Senin, 16 October 2017 11:00:00
Sosok Pembuat Komik yang Jadi Juara III se-Jatim

Kerja Bangunan, Tak Sangka Bisa Sekolahkan Anak Hingga SMA
Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Dibalik kemahiran Aditya Andra Faersa membuat komik, ternyata ia berasal dari keluarga yang sederhana. Bahkan yang lebih hebat lagi, orang tua Andra rela banting tulang memeras keringat berkerja demi bisa menyekolahkan Andra hingga duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) seperti saat ini.
Baca juga [Sosok Pembuat Komik yang Jadi Juara III se-Jatim]
"Dulu tak menyangka bisa menyekolahkan Andra hingga jenjang SMA. Sebab ekomomi saya serba pas-pasan," kata Dwi Setyowati yang merupakan Ibu dari Andra sapaan akrab Aditya Andra Faersa.

Dalam menjalani hidup berumah tangga memang semua serba sederhana. Dirinya hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga, sedangkan ayah Andra berprofesi sebagai pekerja bangunan. "Benar-benar tak menyangka," ujar Dwi Setyowati saat bercerita kepada blokBojonegoro.com, Minggu (15/10/2017) di rumahnya, RT.03/RW.01, Desa/Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro.

Lebih lanjut cerita ibu Andra, baginya harta kekayaan tak melulu berupa uang. Namun, anak sholeh dan pandai juga merupakan rezeki yang tak ternilai harganya.

"Kadang banyak orang kaya harta. Namun anaknya di suruh sekolah malah tidak mau, akhirnya orang tua tersebut tersiksa batinnya," beber Dwi Setyowati memaknai hidup.

Sementara itu, Suyitno, ayah Andra bertekat, dengan kondisi yang ada saat ini, dirinya berniat menyekolahkan sang anak ke jenjang yang lebih tinggi. "Sudah terlanjur terjebur ya sekalian basah," terang Suyitno menggambarkan semangat yang berkobar demi mewujudkan cita-citanya menyekolahkan sang anak lebih tinggi.

Saat ini, untuk membayar sekolah Andra, dibantu oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah. Bagi Suyitno, anak semata wayangnya itu memang berbeda. "Andra anaknya dulu waktu kecil kalau tidak bisa mengerjakan sesuatu nangis dulu. Dan berusaha hingga dirinya bisa," ungkap Suyitno dengan penuh bangga.

Diketahui, Suyitno saat ini menjadi pekerja bangunan di wilayah Surabaya-Gresik Jawa Timur. Dirinya harus berpisah dengan keluaga untuk sementara waktu. Dan pulang sesekali waktu untuk mengantarkan uang belanja dan melepas rindu dengan keluarga.
Diberitakan sebelumnya, hoby menggambar Andra sudah ada sejak kecil dan diasah secara otodidak. Disamping itu, Andra mengaku juga bisa membuat miniatur rumah atau yang lainnya. Sehingga Andra dan dua rekannya berhasil menjadi juara III lomba komik se-Jawa Timur, dengan judul komik 'Dendam ki Ageng Pemanahan, Gugurnya Arya Panangsang," yang mewakili Bojonegoro. [top/mu]

Dua Periode Jadi PPK dan PPS, Dipastikan Gugur

Senin, 16 October 2017 10:00:00

Dua Periode Jadi PPK dan PPS, Dipastikan Gugur
Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com -
Bagi peserta calon PPK dan PPS yang sudah dua kali menjabat, diharapkan tidak mendaftar lagi. Jika itu terbukti dipastikan gugur, hal tersebut sesuai peraturan KPU nomor 12 tahun 2017, perubahan atas peraturan KPU nomor 3 tahun 2015 tentang tatakerja KPU provinsi, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Kabupaten/Kota, pembentukan dan tata kerja PPK, PPS dan KPPS dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati/Walikota dan Wakil Wakikota.

"PPK atau PPS di dua periode itu, tidak bisa mendaftar pada jabatan yang sama dan tidak diperbolehkan," kata ketua KPU Kabupaten Bojonegoro, Abdim Munib kepada blokBojonegoro.com.

Dari data KPU, pelaksanaan tahun 2007 Pilbup, tahun 2008 Pilgub dan tahun 2009 Pileg-Pilpres. Sedangkan tahun 2012 Pilbup, tahun 2013 Pilgub, tahun 2014 Pileg-Pilpres. Dua periode tidak boleh mendaftar, periode 2005-2009 dan 2010-2014.

"Boleh kalau dari PPK ke PPS dan KPU punya data. Serta pendaftar mengisi surat pernyataan bermaterai kalau belum menjabat dua periode, jika terbukti bisa diproses sesuai aturan," terangnya.

Ditambahkan, sebelum menerima pendaftaran, KPU sudah sosialisasi dan setelah pendaftaran akan diseleksi administrasi, dilanjutkan tes tulis. "Dalam penjaringannya tes tulis diambil 10. Untuk itu bisa mendaftar sesuai aturan," pungkasnya. [zid/mu]

Demi Sepak Bola, Coach Putu Pernah Kena Gendam

Senin, 16 October 2017 09:00:00
I Putu Gede Swi Santoso

Demi Sepak Bola, Coach Putu Pernah Kena Gendam
Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Siapa yang tidak mengenal sosok pelatih Persibo Bojonegoro, yang mempunyai nama lengkap I Putu Gede Swi Santoso, yang berhasil mengarsiteki Laskar Angling Dharma hingga mampu masuk ke 32 besar liga 3 Nasional. Pria yang akrab disapa Putu Gede tersebut juga mempunyai keinginan membawa Persibo Bojonegoro masuk ke Liga 1.

Saat ditanya blokBojonegoro.com, tentang masa kecilnya hingga bisa sampai saat ini, ia langsung ketawa kecil, lantaran mengingat masa lalunya. Pelatih yang sudah mengantongi sertifikat Lisensi A itu, sudah mempunyai cita-cita ingin menjadi pemain sepak bola sejak kecil.

"Saya dari kelas 5 SD sudah ikut Sekolah Sepak Bola (SSB), dan waktu itu berumur sekitar 10 tahun," ungkapnya.

Coach Putu menjelaskan, ia lahir dari keluarga yang mempunyai ekonomi menengah kebawah dan anak bungsu dari 5 bersaudara. Ayah Coach Putu adalah seorang karyawan pabrik di Surabaya dan ibunya adalah pedagang pakaian di pasar dekat rumahnya, yaitu Simomulya.

"Kakak pertama dan kedua saya laki-laki, yang ketiga perempuan, dan yang keempat laki-laki lagi," terang anak dari I Ketut Suada dan Niketut Witari bercerita.

Pria kelahiran Surabaya 1 Desember 1973 tersebut pernah terkena gendam (hipnotis) pada umur 11 tahun, saat berlatih sepakbola pada Minggu pagi. Sehingga, harus merelakan sepeda ontel milik kakak perempua yang ia bawa diambil oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

"Saya tiba-tiba tidak sadar, dan ketika sudah sadar sepeda warna pink tersebut sudah tidak ada, kemudian terpaksa pulang dengan jalan kaki," lanjutnya kepada blokBojonegoro.com.

Sewaktu di Perguruan Tinggi, ayah 2 anak ini juga pernah pindah kampus, lantaran mendapat beasiswa sepakbola. Yang mana dari Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (Stesia) Surabaya ke Uneversitas Putra Bangsa (UPB), pada semester 3.

"Saya lulus tepat waktu, di Stesia 3 Semester dan di UPB 5 semester," terang istri dari Eni Kurniawati itu.

Coach Putu juga pernah beberapa kali gagal masuk seleksi Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Timur, kemudian terus menerus mendapat semangat dari kakak-kakanya yang juga pemain sepakbola, hingga bisa masuk ke Persebaya Junior pada tahun 1991 dan kemudian masuk ke Persebaya Senior.

"Saya juga pernah bermain untuk klub Arema dan menjuarai Copa Indonesia tahun 2005," imbuhnya.

Setelah beberapa kali berpindah klub, Putu Gede akhirnya berhenti untuk menjadi pemain profesional. Dan kemudian, memutuskan untuk menjadi pelatih di klub Angkasa pada tahun 2008 serta klub-klub lainnya dan sekarang berlabuh di Persibo Bojonegoro.

Masih kata Coach Putu, menjadi pelatih tidaklah segampang apa yang dilihat, pasalnya harus memadukan setrategi dengan kemampuan para pemain yang ada. Dan juga, harus selalu melakukan pekerjaan menggunakan keikhlasan tanpa melihat hasil akhirnya.

"Jika kita melakukanya dengan ikhlas dan kerja keras, otomatis nanti hasil akan mengikuti kita," pungkasnya kepada blokBojonegoro.com. [din/mu]

Keren, Di Bojonegoro Ada Polisi Pariwisata

Senin, 16 October 2017 08:00:00

Keren, Di Bojonegoro Ada Polisi Pariwisata
Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Sejumlah destinasi wisata di Bojonegoro kian maju. Untuk memberi rasa aman dan memajukan pariwisata di Bojonegoro kini telah hadir Polisi Pariwisata.

Seperti kemarin yang dilakukan Satuan Sabhara Polres Bojonegoro, melalui Unit Polisi Pariwisata memberikan tour guide kepada wisatawan dari Kabupaten Kediri yang hendak berwisata ke Kabupaten Bojonegoro. Peserta rombongan yang berasal dari jemaah Nurul Falah Kota Kediri berjumlah 25 orang terdiri dari 12 jemaah pria dan 13 jemaah wanita dengan menggunakan kendaraan bus, sedangkan untuk Polisi Pariwata sendiri menggunakan kendaraan dari Unit Pam Obvit.

Dengan dikawal 3 orang Polisi Pariwisata dari Satuan Sabhara Polres Bojonegoro, kegiatan diawali dengan mengunjungi kebun belimbing yang ada di Desa Ringinrejo Kecamatan Kalitidu, sebagai tour guide, Polisi Pariwisata harus bisa menjelaskan tempat lokasi pariwisata. Dalam penjelasannya, Polisi Pariwisata menjelaskan bahwa di agro wisata kebun belimbing ini, para wisatawan dapat memetik sendiri buah belimbing yang diinginkan dan masih tergatung di pohon.

"Bukan hanya buah belimbing saja yang dijual, tetapi juga terdapat olahan dari buah belimbing seperti dodol, sirup dan kerupuk yang bahan bakunya dari buah belimbing", terang Bripda Livea salah satu Polisi Pariwisata yang turut mendampingi wisatawan dari Kediri.

Masih dalam penjelasannya, Bripda Levia juga menambahkan, bahwa kebun belimbing ini menjadi destinasi para wisatawan lokal maupun luar daerah, dimana luas kebun belimbing sekitar 20.4 Ha.

"Jelang Festival belimbing pada tanggal 11 November mendatang, pada area perkebunan ini diadakan kegiatan setiap minggunya", imbuh Bripda Levia.

Sementara itu, menginjak pukul 10.00 WIB rombongan diajak ke lokasi wisata yang lain, yaitu di pengeboran minyak tradisional 'Teksas Wonocolo' yang ada di Kecamatan Kedewan. Dengan menempuh jarak yang hampir memakan waktu 1 jam 30 menit, rombongan sampai di tempat tujuan yaitu pada pukul 11.30 WIB. Di lokasi wisata teksas Wonocolo kali ini yang bertindak sebagai tour guide adalah Bripda Dina, kepada rombongan Bripda Dina memberikan penjelasan teksas Wonocolo.

Menurut Bripda Dina, Teksas Wonocolo adalah sebuah daerah di kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro yang memiliki penambangan minyak yang masih di kelola dengan cara tradisional. Sementara itu, kata teksas berasal dari sebuah kepanjangan yang artinya "tekat selalu aman dan sejahtera".

"Kini Teksas Wonocolo menjadi lokasi wisata edukasi yang ada di Bojonegoro," ucap Bripda Dina.

Setelah berswafoto di lokasi Teksas Wonocolo, selanjutnya pada pukul 12.30 WIB rombongan menuju ke Lesehan Ikan Bakar di Desa Klothok Kecamatan Padangan untuk melaksanakan Ishoma dan menikmati potensi wisata kuliner yang ada di Bojonegoro. Dengen menempuh waktu selama 1 jam, rombongan tiba di Klothok pada pukul 13.30 WIB. Setelah melaksanakan Ishoma, selanjutnya pada pukul 15.00 WIB, rombongan menuju ke objek wisata berikutnya yaitu Kayangan Api yang ada di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem.

Dengan menempuh waktu satu jam, rombongan tiba pada pukul 16.00 WIB. Sebagai giliran memberikan penjelasan sebagai tour guide, Bripka Rangga menjeleskan mengengai wisata kayangan api. Kepada para wisatawan, Bripka Rangga menjelaskan, bahwa di lokasi kayangan api, wisatawan dapat melihat api yang tidak pernah padam. Kayangan api merupakan sumber api abadi yang merupakan fenomena geologi berupa gas alam yang keluar dari dalam tanah yang tersulut api.

"Dengan adanya hal tersebut, sehingga menciptakan api yang tak pernah padam meskipun turun hujan," terang Bripka Rangga.

Setelah dari lokasi Kayangan Api di Kecamatan Ngasem, selanjutnya rombongan Jemaah Nurul Falah kembali ke Kota Kediri pada pukul 17.00 WIB.

Terpisah, Kasat Sabhara Polres Bojonegoro, AKP. Syabain Rahmad mengungkapkan, bahwa seiring semakin dikenalnya potensi wisata yang ada di Kabupaten Bojonegoro oleh wisatawan dari luar daerah, bahkan wisatawan dari mancanegara, Polres Bojonegoro melalu Unit Polisi Pariwisata Satuan Sabhara siap menjadi tour guide. [oel/mu]