Happy Hello Kitty Kaoani

Tidak Diizinkan Klik Kanan Untuk Copy Paste !!!

Kamis, 26 Mei 2016

Daftar hadir siswa yang mengikuti pensi (11 TSM 2)


DAFTAR HADIR SISWA YANG MENGIKUTI PENSI
SMK NEGERI DANDER

NO
Nama Siswa
Absensi
Ket
Pagi
Siang
1
M. Danang Mei Agung
ADA
ADA
-
2
M. Fredi Wibowo
ADA
TIDAK ADA
PULANG
3
M. Miftahul Huda
ADA
ADA
-
4
M. Rudi Setiawan
ADA
TIDAK ADA
PULANG
5
M. Rudin Setiawan
ADA
TIDAK ADA
PULANG
6
M. Maulana Yusro
ADA
TIDAK ADA
PULANG
7
Moch. Tegar Oktian
ADA
TIDAK ADA
PULANG
8
Moch. Agus Ferianto
ADA
ADA
-
9
Moch. Nur Cholis As’ari
ADA
TIDAK ADA
PULANG
10
Mohammad Hajrianto .T
ADA
TIDAK ADA
PULANG
11
Mochammad Zenuri
ADA
ADA
-
12
Mohammad Khoirul Akha
ADA
TIDAK ADA
PULANG
13
Mohammad Ulin Nuha
ADA
TIDAK ADA
PULANG
14
Much. Ali Musholichin
ADA
ADA
-
15
Mohammad Fikri Wisnu. H
ADA
TIDAK ADA
PULANG
16
Muhammad Muhlisin
ADA
TIDAK ADA
PULANG
17
Muhammad Aditiya
ADA
TIDAK ADA
PULANG
18
Munawarotur Rosyidin
ADA
ADA
-
19
Nova Hariyanto
ADA
TIDAK ADA
PULANG
20
Nurul Junaidi
ADA
ADA
-
21
Riki Suprianto
ADA
TIDAK ADA
PULANG
22
Rudi Toro Setiawan
ADA
ADA
-
23
Rudy Agus Hermawan
ADA
TIDAK ADA
PULANG
24
Saifudin
ADA
TIDAK ADA
PULANG
25
Satria Agung Pamungkas
ADA
TIDAK ADA
PULANG
26
Veri Andi Setiawan
ADA
ADA
-
27
Yohames Aris Prasetyo
ADA
TIDAK ADA
PULANG
28
Zaenal Abidin
-
-
-

Senin, 16 Mei 2016

DPRD: Kondisi DAS Memprihatinkan

Senin, 16 Mei 2016 18:00:01DPRD: Kondisi DAS Memprihatinkan
Reporter: Muhamad Fatoni

blokBojonegoro.com - Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro berencana mengundang berbagai pihak, untuk membahas tentang Sungai Bengawan Solo di wilayah setempat.

“Jumat depan kita akan mengundang penambang pasir, kontraktor, Muspika, Muspida dan lingkungan hidup. Kita akan berbicara tentang Bengawan Solo,” ujar Anam Warsito, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, saat di Hotel Layung, Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Senin (15/5/2016).

Menurut dia, DPRD memang tengah menyoroti segala bentuk aktivitas di Sungai Bengawan Solo. Ini dikarenakan, kondisi Daerah Bengawan Solo (DAS) di Bojonegoro semakin memprihatinkan.

“Kalau tidak segera kita atasi, maka Bojonegoro akan mengalami kerugian Besar. Jembatan Malo dan Kali Ketek Bojonegoro bisa terputus akibat erosi bantaran,” katanya.

Dalam pertemuan itu nantinya, DPRD Bojonegoro juga akan membahas tentang proyek-proyek besar di Bojonegoro. Seperti Proyek pembangunan Waduk Gongseng, Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) dan  Proyek Kedung Keris.

Menurut Anam Warsito, saat ini proyek tersebut membutuhkan jutaan kubik material (pasir). Sehingga, perlu ada solusi untuk mempercepat pembangunan proyek tersebut. [oni/lis]

15 Kecamatan Manfaatkan Bengawan Solo untuk Hidup

Senin, 16 Mei 2016 17:00:2315 Kecamatan Manfaatkan Bengawan Solo untuk Hidup
Reporter: Muhamad Fatoni

blokBojonegoro.com - Yayasan Pengalasan Songo dan LBH Blok Cepu hari ini menggelar diskusi tentang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo Bojonegoro, Senin (16/5/2016). Diskusi berlangsung di Hotel Layung, Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.

Tujuan diselenggarakannya diskusi tersebut untuk mengetahui segala bentuk permasalahan lingkungan hidup di sekitar DAS Bengawan Solo di Bojonegoro.

Menurut Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Blok Cepu, Putut Wibowo, DAS Bengawan Solo merupakan salah satu bagian penting bagi kehidupan masyarakat Bojonegoro. “Sebab, 15 dari 28 kecamatan di Bojonegoro memanfaatkan air sungai sebagai sumber kehidupan,” ujarnya kepada blokBojonegoro.com di sela diskusi.

Terjadinya problematika kelestarian lingkungan hidup di DAS Bengawan Solo Bojonegoro, kata Putut, karena minimnya kapasitas, partisipasi masyarakat, untuk menjadi pendorong lahirnya kebijakan, pengawas implementasi tata kelola, serta peran aktif dalam pelestarian lingkungan.

“Artinya, berbagai program pemerintah yang ditujukan untuk pelibatan aktif masyarakat belum maksimal. Sehingga, kesadaran diri untuk menjaga lingkungan tidak ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Anam Warsito, anggota Komisi A DPRD Bojonegoro, yang hadir pada kesempatan tersebut menuturkan, pembahasan tersebut menjadi sangat penting. “Ini mengingat kerusakan DAS Bengawan Solo di wilayah setempat semakin parah,” tuturnya.

Diakuinya, selama ini masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo memanfaatkan air sungai untuk hidup. “Salah satunya memanfaatkannya untuk irigasi pertanian,” imbuh Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Bojonegoro tersebut.

Diskusi tersebut mengundang komunitas pemuda sekitar DAS Bengawan Solo dari Kecamatan Margomulyo-Boureno, komunitas perempuan, lingkungan, petani, keagaamaan dan komunitas sosial lain. [oni/lis]

1.500 Personil Gabungan Siap Amankan Apel

Senin, 16 Mei 2016 15:00:061.500 Personil Gabungan Siap Amankan Apel
Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - 
Menjelang persiapan Apel Bela Negara di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro, Selasa (17/5/2016), berbagai persiapan terus dilakukan. Termasuk menyiapkan 1.500 personil gabungan akan mengamankan apel yang direncanakan dihadiri Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK).

Ribuan personil gabungan dari TNI AD, Kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub) dan yang lainnya melakukan apel gladi bersih Apel Bela Negara didepan stadion kebanggan warga Kota Ledre, Senin (16/5/2016), sebelum pelaksanaan. Mereka anak diterjunkan untuk mengamankan kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla pada Apel Akbar Bela Negara tersebut.

"Pengaman ini, kita juga dibantu dari Kepolisian sebanyak 350 personil, Dishub dan semua pengamanan terkait sebanyak kurang lebih 1500 personil," kata Danrem 082/CPYJ Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo, S.Ip., usai memimpin apel gladi bersih Apel Bela Negara.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Danrem 082/CPYJ, Pengamanan tersebut akan dilakukan mulai dari lokasi pendaratan helikopter yang membawa rombongan Wapres dilapangan Sepak Bola 'Reso Truno' Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro. Serta jalur menuju lokasi acara di Stadion Letjend Sudirman.

"Serta selesainya acara, menuju Rumah dinas Bupati Bojonegoro dan kembali lagi menuju lokasi hellypad. Semua kegiatan Wapres akan kita amankan," tegasnya.

Danrem juga menambahkan, dalam pengaman ini sudah dilakukan pemetaan terhadap sejumlah titik-titik rawan. Diantaranya jalur lalulintas mulai dari pendaratan helikopter yang mengangkut Wapres beserta rombongan hingga menuju lokasi acara di Stadion Letjend Sudirman.

"Semuanya sudah kita antisipasi, mungkin hanya arus lalu-lintas yang jadi trouble. Namun saya yakin itu dapat diatasi," imbuhnya.

Selain itu juga, Danrem 082/CPYJ mengharapkan acara Apel Besar Bela Negara yang akan ditunjukkan oleh masyarakat Bojonegoro itu dapat berjalan dengan lancar. "Untuk itu kami harapkan semua pihak bisa mendukung agar acara dapat terselenggara dengan lancar," pungkas pria kelahiran Tuban berpangkat melati tiga itu.[zid/ito]