Happy Hello Kitty Kaoani

Tidak Diizinkan Klik Kanan Untuk Copy Paste !!!

Kamis, 23 November 2017

Benarkah Wanita Obesitas Lebih Rentan Terkena Kanker Payudara?

Jum'at, 24 November 2017 07:00:39

Benarkah Wanita Obesitas Lebih Rentan Terkena Kanker Payudara?
Reporter: -
 
ruditorosetiawan.com - Kanker adalah salah satu penyakit yang menakutkan bagi manusia. Khususnya pada wanita, salah satu kanker yang paling dikhawatirkan adalah kanker payudara.
Sebuah penemuan terbaru yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Radiological Society of North America  mengungkapkan bahwa wanita yang mengalami obesitas lebih berisiko terkena kanker payudara.
Menurut Peneliti asal Swedia, alasannya karena mendeteksi benjolan kanker payudara yang belum membesar pada wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas lebih susah.
Para peneliti juga mengatakan bahwa wanita dengan obesitas memerlukan mammogram lebih sering untuk membantu menemukan tumor lebih dini. Mammogram adalah alat khusus menggunakan energi radiasi untuk memantau perkembangan jaringan di payudara.
Penelitian dari Karolinska Institute, Swedia ini melibatkan 2.012 wanita yang menderita kanker payudara antara tahun 2001 hingga 2008. Para wanita tersebut melakukan mammogram setiap 18 bulan sampai 2 tahun, sebagai standar di Swedia.
Para peneliti melihat seberapa besar tumor yang didiagnosis serta indeks massa tubuh (BMI) para wanita tersebut, sebagai ukuran obesitas.
Mereka menemukan wanita yang kelebihan berat badan cenderung memiliki tumor yang lebih besar saat dideteksi dengan mammogram atau saat skrining.
"Ini mungkin karena payudara mereka lebih besar dan oleh karena itu tumor lebih sulit ditemukan, atau karena tumor mereka tumbuh pada tingkat yang lebih cepat," kata Fredrik Strand, penulis utama penelitian ini dikutip dari BBC, Senin (20/11/2017).
Tumor yang lebih besar cenderung membawa prognosis yang lebih buruk.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa ketika seorang dokter menyajikan pro-kontra skrining kanker kepada pasien, saat pasien memiliki BMI tinggi maka dokter harus pro skrining," ucap Strand.
"Selain itu, temuan kami menunjukkan bahwa wanita dengan BMI tinggi harus mempertimbangkan interval waktu yang lebih pendek untuk melakukan skrining," sambungnya.
Namun, Sophia Lowes dari Peneliti Kanker Inggris yang tidak terlibat penelitian ini mengatakan bahwa temuan ini tidak memberi cukup bukti yang mendukung perubahan seberapa sering wanita melakukan skrining.
"Skrining payudara telah merugikan sebanyak manfaatnya," kata Lowes.
"Ini menyelamatkan nyawa dengan membantu mendeteksi kanker payudara pada tahap awal, namun merugikan termasuk beberapa wanita yang didiagnosis menderita kanker yang mungkin tidak akan pernah menyebabkan mereka mengalami masalah dalam hidupnya," sambung Lowes.
Ia juga mengatakan bahwa waktu di antara skrining dirancang untuk membantu manfaat yang lebih besar daripada bahaya secara keseluruhannya.
 
Sumber: http://health.kompas.com/read/2017/11/22/131300223/
benarkah-wanita-obesitas-lebih-rentan-terkena-kanker-payudara-

Rabu, 08 November 2017

BPBD Perkuat Kapasitas Desa Tangguh Bencana

Kamis, 09 November 2017 10:00:52

BPBD Perkuat Kapasitas Desa Tangguh Bencana
Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com -
Kondisi di Kabupaten Bojonegoro setiap saat rentan terjadi bencana, termasuk daerah pedesaan. Sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro memperuat kapasitas menjadi desa tangguh bencana.

Hal itu ditunjukkan dalam seminar kabupaten pembentukan desa tangguh bencana dengan menghadirkan narasumber dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Bojonegoro, di ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, Kamis (9/11/2017).

"Kegiatan ini mengenalkan tentang program desa tangguh di Bojonegoro. Tujuannya menyampaikan informasi hasil capaian desa tangguh bencana, dan kesiapan dengan seperti Sibad, Kampung Siaga dan lain sebagainya sebagai mitra," kata Kepala Pelaksana BPBD pemkab Bojonegoro, Andik Sudjarwo.

Selain menghadirkan beberapa narasumber tersebut juga mengundang desa tangguh bencana di Kabupaten Bojonegoro yang sudah ditentukan.

Sementara itu Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkab Bojonegoro, Yayan Rohman mengatakan, daerah yang dilalui sungai besar itu adalah suatu anugerah luar biasa, karena pada zaman dahulu sungai adalah salah satu sarana transportasi yang sangat penting. Pasalnya 10 tahun yang lalu tentang penanganan bencana.

Titik balik kita di akhir tahun 2007-2008 saat banjir besar melanda di mana sebagian besar wilayah kita tergenang banjir dan lumpuh. "Dari hal itu maka kita kini bisa menghitung dampak, waktu dan ketinggian banjir akibat luapan sungai bengawan solo," terangnya. [zid/ito]

Penyakit Kering, Harga Cabai Turun

Kamis, 09 November 2017 09:00:11

Penyakit Kering, Harga Cabai Turun
Reporter: Maratus Shofifah

blokBojonegoro.com -
Harga cabai di Kabupaten Bojonegoro saat ini terpantau turun. Berdasarkan pantauan blokBojonegoro.com di beberapa pasar tradisonal, Kamis (9/10/2017) harga cabai dijual dengan harga Rp10.000 perkilogram turun dari sebelumnya.

"Sudah tiga hari ini harga cabai berangsur turun," kata salah satu pedagang di Pasar Tradisional Bojonegoro, Niklati.

Sebelumnya harga cabai dijual dengan harga Rp12.000 per kilogram kemudian turun menjadi Rp11.000 dan tiga hari terakhir turun lagi menjadi Rp10.000 per kilogram. Turunnya harga juga dipengaruhi harga dari petani yang juga turun.

"Dari petani harga sudah turun, kita jualnya juga ikut turun," terangnya.

Sementara itu salah satu petani cabai, Parisih mengatakan penyakit kering yang menyerang hasil panen cabai mempengaruhi turunnya harga. Bahkan sejumlah cabai ada yang tidak laku terjual, hal itu membuat petani semakin merugi karena uang hasil tanam tidak bisa kembali.

"Ya kondisi cabainya jelek, cuma laku murah," terangnya. [ifa/ito]

Hayo.., Siapa Menyusul Kades Kuniran Ditahan?

Kamis, 09 November 2017 08:00:04
Pengisian Perangkat Desa Serentak

Hayo.., Siapa Menyusul Kades Kuniran Ditahan?
Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Tidak hanya menetapkan Kepala Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Masyudi sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan, namun penyidik terus mendalami keterlibatan pihak lain. Tidak tanggung-tanggung, 12 saksi diperiksa untuk memberikan keterangan terkait pengisian perangkat desa tersebut.

"Memang benar, kita masih memeriksa 12 saksi terkait kasus tersebut," kata Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro kepada blokBojonegoro.com.

Ditambahkan, tidak hanya menahan Kades Kuniran, penyidik juga telah melakukan penggeledahan di lapangan untuk menyelidiki ada aliran dana kepada pihak lain. Karena, berdasar keterangan Masyudi kepada penyidi, ia menyetor uang ke seseorang.

"Oleh karena itu kami masih terus menyelidiki dan mengembangkan kasus ini," tegas Kapolres Wahyu.

Ketika ditahan, Kades Kuniran menjadi pejabat pertama yang ditahan setelah ujian serentak pengisian perangkat desa 26 Oktober 2017 lalu. Ia dikenakan pasal pasal 372 KUPH tentang penggelapan dan pasal 378 terkait penggelapan.

Kades Masyudi dilaporkan Mulyono (33) warga Desa Kuniran RT.14/RW.02 Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Ia mengaku ditipu seratusan juta dengan janji akan dijadikan perangkat desa setempat. [zid/ito]

Efek Negatif Internet

Kamis, 09 November 2017 07:00:39

Efek Negatif Internet
Reporter: -

ruditorosetiawan.com -
Sering sekali orang bertanya, bagaimana mencegah atau menanggulangi efek negatif internet. Apa jawabannya?

Pertama, itu pertanyaan yang sebenarnya mengherankan. Kenapa begitu sering orang bertanya tentang efek negatifnya? Sementara jarang orang bertanya tentang bagaimana memperluas efek positif atau manfaatnya.

Sudah pernah bertanya? Sudah dapat jawaban? Itu tidak cukup. Jawaban atas pertanyaan "apa manfaat internet" adalah lautan luas yang tidak terbatas. Maka saran saya teruslah belajar dan bertanya soal manfaat internet, sampai Anda tidak punya waktu lagi untuk menanyakan efek buruknya.

Perhatikan bahwa pisau dapur pun punya efek negatif. Kenapa orang tidak bertanya tentang efek negatif pisau dapur? Karena mereka sudah paham betul soal efek positifnya.

Mengapa berpikir tentang efek negatif internet? Karena kita memang banyak yang tidak memakai internet untuk suatu tujuan. Coba cek sendiri, kapan Anda mulai pakai internet? Mungkin 90% dari orang Indonesia mulai pakai internet karena tersedia secara gratis di kantor.

Artinya, kita punya sesuatu yang sejak awal kita tidak tahu manfaatnya. Kita punya bukan karena kita butuh. Benda itu ada, mulanya bukan atas kebutuhan kita.

Ketika orang-orang memasang internet di rumah, mereka juga tidak memikirkan untuk apa. Pokoknya pasang. Nah, barang yang ada tanpa tujuan, akhirnya memang membawa efek negatif. Karena sejak awal kita tidak punya tujuan untuk memanfaatkannya. Yang muncul hanyalah efek-efek yang tidak direncanakan.

Jadi, kalau ditanya soal bagaimana mengatasi efek negatif internet, cara paling mudah adalah dengan memutusnya. Putus sambungan internet Anda sampai Anda benar-benar tahu untuk apa Anda pasang internet. Anda juga tahu bagaimana memanfaatkan internet itu untuk anak-anak Anda. Sudah paham? Kalau sudah jelas dan tegas, maka Anda tidak perlu pusing lagi soal efek negatif.

Saya yakin banyak orang yang gagap saat diminta memutuskan sambungan internet, meski ia tak juga paham untuk apa ia pasang internet. Ini menggambarkan masalah besar kita, yaitu orang terbiasa hidup dan bertindak tanpa tujuan. Inilah yang juga terjadi pada anak-anak muda kita.

Ada jutaan anak muda hidup tanpa tujuan, tidak tahu mau jadi apa, hendak belajar apa. Mereka dikirim ke sekolah, tanpa tahu mau belajar apa. Mereka tidak punya cita-cita. Kalaupun punya, tidak tahu jalan untuk mencapainya.
Anak-anak tanpa tujuan ini, kalau punya internet, apa yang akan mereka lakukan? Main tanpa batas. Sebenarnya bukan hanya internet yang merusak mereka. Apa saja bisa merusak. Makanan lezat pun bisa merusak orang yang hidup tanpa tujuan. Makanan akan membuat ia mengalami obesitas.

Jadi, kalau ingin anak Anda tidak kena efek negatif internet, beri mereka tujuan. Dampingi mereka dalam menapak jalan menuju tujuan itu. Dalam hal itu Anda akan menemukan betapa bergunanya internet.

Selebihnya, saya hanya akan menyodorkan rumus-rumus klasik dalam pengasuhan anak, seperti komunikasi yang terus terjaga, sehingga kita selalu tahu apa yang dilakukan anak. Juga seimbangkan antara aktivitas tidak bergerak, dengan aktivitas bergerak, seperti olah raga dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Sumber: http://lifestyle.kompas.com/read/2017/11/08/182044420/
efek-negatif-internet

Senin, 06 November 2017

Hanya Dua Kali Bertanding, Curva Nord Siap Berangkat

Selasa, 07 November 2017 11:00:00
Persibo Bojonegoro

Hanya Dua Kali Bertanding, Curva Nord Siap Berangkat
Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Salah satu suporter fanatik Persibo Bojonegoro, yaitu Curva Nord dipastikan akan tetap mendukung penuh Laskar Angling Dharma saat menjalani laga final Liga 3 Nasional yang akan kembali bergulir.

Diketahui sendiri, laga final tersebut akan dipusatkan di dua titik, yaitu Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dewan Pembina Curva Nord, Arif Setiawan menjelaskan, dari pengurus Curva Nord sudah melakukan koordinasi dengan para anggotanya, terkait perencanaan pemberangkatan ke dua provinsi tersebut. Pasalnya, pada final itu setiap tim hanya mendapat kesempatan dua kali bertanding.

"Setiap grup kan hanya berisi 3 tim, dan sistemnya hanya setengah musim," ungkapnya kepada blokBojonegoro.com.

Oleh karena itu, suporter yang selalu berada di tribun utara saat Persibo Bojonegoro bermain di Stadion Letjen H. Soedirman itu, tidak ingin menyianyiakan laga yang sangat penting tersebut. Dan juga, untuk lolos ke liga 2 tinggal beberapa langkah lagi.

"Kita akan membuktikan kepada para pemain, bahwa mereka tidak berjuang sendirian," lanjut pria asli Kecamatan Ngasem.

Untuk pertandingan liga 3 Nasional sendiri, baru akan dimulai pada tanggal 3 Desember 2017 mendatang. Serta, pengundian grup akan dilakukan pada tanggal 14 November 2017 dengan terbuka dan Live streaming di website resmi PSSI. [din/rom]

PHRI Berharap Wisata Bojonegoro Terus Berkembang

Selasa, 07 November 2017 10:00:00

PHRI Berharap Wisata Bojonegoro Terus Berkembang
Reporter: Maratus Shofifah

blokBojonegoro.com - Meski proyek Minyak dan gas (Migas) di Bojonegoro sudah selesai, yang dulu paling banyak memanfaatkan jasa penginapan, justru makin hari jasa penginapan di Kota Ledre terus bermunculan. Terlihat ada sejumlah hotel yang saat ini tengah digarap. Hal itu membuat persaingan semakin ketat.

Ketua Persatuan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) Cabang Bojonegoro, Moch. Subeki berharap kepada pemilik atau pengelola hotel untuk bisa bersaing secara sehat dalam menggait para konsumen.

"Hotel memang semakin banyak, konsumen semakin sedikit. Jadi diharapkan semua bisa bersaing dengan ketentuan kelas masing-masing," ujarnya.

Pemerintah memang bisa melakukan berbagai cara untuk bisa kembali menggairahkan bisnis hotel di Kota Ledre ini, dengan cara memajukan pariwisata yang ada. Perkembangan wisata yang baik pasti akan bisa mendatangkan wisatawan luar daerah untuk datang ke Bojonegoro. Ditambah dengan fasilitas umum yang lebih baik, bisa dipastikan kemakmuran hotel akan kembali lagi.

"Wisata bisa digalakkan agar wisatawan dari luar kota bahkan luar negeri datang ke Kota Ledre," terang Subeki.

Selain itu, perlu menjadi pertimbangan pemerintah, jika ada hotel yang akan berdiri di Bojonegoro lagi. "Tidak bermaksud membatasi perijinan hotel baru, tetapi hotel sudah banyak yang berdiri baik lokal maupun nasional," imbuhnya. [ifa/mu]