Minggu, 26 Agustus 2018 14:26:30
Peresensi: Puput Kumala*
Maria Celia. Perempuan yang terlahir dengan nama Maria Anna Sophie
Cecilia Kalogeropoulos lahir di New York city pada tanggal 2 Desember
1923. Orang tua Maria imigran dari Yunani. Maria dibesarkan oleh seorang
ibu yang keras. Maria pernah belajar di National Consevatoire, Athena
dan Paris pada tahun 1964. Maria memperoleh pendidikan musik dan mulai
membangun karirnya di Itali. Maria seorang penyanyi sopran oper oper
paling terkenal di zamannya. Ia juga pernah memerani beberapa film
diantaranya “Callas Forever (2002)” “Medea (1969)”, dan “Maria Calas
Potrait (1968).
Hidup yang dibayangi masa lalu yang kelam. Adalah sebuah ancaman
setiap melangkah disetiap esok menjelang hari. Hari berlalu menjadi masa
lalu. Hari yang akan datang menjadi ancaman terselipnyanya masa lalu.
Intan selalu menampakkan wajahnya yang murung dan sedih. Selalu
menarik diri dari perkumpulan siswa-siswi yang ada disekolahnya. Orang
yang membenci kaum laki-laki. Hal itu yang membuat Gilang tertarik
sekaligus penasaran dengan kehidupan Intan dan memcoba untuk masuk
kedalam kehidupan Intan. Menilik setiap sudut kehidupan Intan yang
mengusik pikirannya.
Suatu hari Gilang mengutarakan keinginannya untuk mengenal Intan
lebih jauh. Saat itu Intan hendak pulang dan sedang menunggu bus yang
akan mengantarnya pulang. Intan menyuruh Gilang untuk datang kerumah
saat malam minggu.
Tepat pada malam minggu, Gilang datang ke kediaman Intan yang tinggal
bersama kakak perempuannya, Mutiara Sari. Gilang adalah teman pertama
Intan yang datang kerumah. Gilang yang sangat penasaran dengan jati diri
Intan yang terlihat pendiam dan membenci laki-laki. Di malam itu, untuk
pertama kalinya Intan menceritakan masa lalunya yang kelam kepada
Gilang, seorang teman laki-lakinya.
Intan dulunya tinggal bersama keluarga, yang terdiri kedua orang
tuanya dan kedua saudaranya. Mutiara Sari dan Surya. Disaat ayahnya
sakit, ibunya sedang tergila-gila dengan laki-laki lain yang bernama
Alek. Dengan kejam ibunya meracuni ayahnya yang sedang sakit sehingga
ayahnya meninggal. Sehingga ibu Intan bisa menikah dengan Alek. Seiring
waktu berlalu, Sifat asli Alek mulai terlihat, arogan dan agresif.
Sesekali Alex memukuli istrinya dihadapan ketiga anaknya. Dengan
diam-diam Intan dan kedua saudaranya membenci ayah tirinya itu.
Alek mencoba memperkosa Mutiara sebanyak dua kali, hanya saja Mutiara
berhasil memberontak, dan pergi meningalkan rumah. Tidak pernah pulang
bertahun-tahun. Surya menjadi lebih pendiam, sehingga membuat Intan
kehilangan pendirian dan tidak memiliki teman bermain. Suatu ketika Alek
mengancam Intan akan membunuhnya jika menolak perbuatan bejatnya,
sehingga Intan dengan terpaksa menjadi pelampiasan napsu bejat ayah
tirinya. Surya datang untuk menyelamatkan Intan dengan membunuh Alex
yang membuat Surya harus dipenjara selama empat tahun. Semenjak kejadian
itu, Ibunya menjadi amnesia dan terkadang meronta-ronta ketika
mengingat kesalahannya terhadap ketiga anaknya. Hingga suatu hari ibunya
menulis surat pernyataan sebelum meninggal bunuh diri.
Intan menjalin hubungan dengan Gilang. Gilang berharap Intan akan
lebih terbuka dengannya. Tetapi tetap saja, batasan itu tetap masih ada
diantara Intan. Saat Intan hendak pergi ke perpustakaan, Robby datang
dengan mengganggu Intan. Robby mengiri pada Gilang yang diizinkan dekat
dengannya sedangkan Robby selalu diacuhkan oleh Intan. Robby kehilangan
kesabaran dengan mengatakan pada Intan kalau sebenarnya Tiara, kakaknya
Intan adalah bekas pelacur. Hal tersebut yang membuat Intan terpukul dan
meninggalkan sekolah yang padahal belum waktunya untuk pulang. Saat
menunggu bus, Gilang menyusul Intan untuk diajaknya bebicara. Gilang
membawa Intan ke kantin. Intan memutuskan Gilang begitu saja tanpa
alasan yang jelas. Tentu hal itu yang membuat Gilang merasa ada sesuatu
yang aneh pada Intan. Karena Gilang tidak mengetahui kejadian Intan
dengan Robby.
Disekolah, Gilang termasuk siswa yang baik, pintar dan pastinya
populer. Robby merasa menjadi saingan Gilang. Gilang juga memiliki
sahabat dekat yang selalau ada untuknya dan sebenarnya juga memiliki
perasaan terhadapnya, Riska. Ada seorang siswi yang sangat menginginkan
Gilang, Herlina. Dia berusaha menarik perhatian Gilang, walaupun Gilang
tidak pernah menanggapinya.
Setelah dua hari Intan tidak masuk, Gilang resah sendiri memikirkan
hal apa yang membuat Intan tidak masuk ke sekolah. Riska sebagai sahabat
yang baik, menganjurkan Gilang untuk mengunjungi rumah Intan. Benar
saja, Gilang mengunjungi rumah intan dan mendapati Intan sedang membantu
kakaknya menjaga toko. Setelah bertatap muka dengan Intan, Gilang
memaksa Intan untuk menceritakan apa yang membuatnya tidak amsuk
sekolah, padahal dia tidak sakit. Intan menceritakan pada Gilang
mengenai apa yang dikatakan Robby padanya tempo hari lalu. Setelah
kejadian itu, Intan langsung menanyakan pada Mutiara, memang benar.
Dulunya dia adalah seorang pelacur. Melacur untuk menghidupinya maupun
kedua saudaranya. Pasalnya sekarang dialah yang menjadi orangtua
sekaligus kakak bagi kedua adiknya.
Keesokan harinya Gilang meminta penjelasan mengenai apa yang
dikatakan Robby. Robby mengatakan apa yang dilakukannya atas suruhan
Herlina. Herlinalah yang mengetahui masa lalu Tiara. Dia bermaksud
menghancurkan Intan agar tidak dekat-dekat lagi dengan Gilang. Dengan
tegas Gilang menolak Herlina. Hanya Intan yang dicintainya untuk saat
ini. Tidak peduli dengan status Intan yang sudah ternodai, adik seorang
bekas pelacur, adik dari seorang pembunuh.
Kelebihan
Buku ini memiliki cerita yang menarik. Memiliki halaman yang sedikit.
pengemasan buku yang simpel dengan cver yang menarik. Penggunaan alur
yang menceritakan konflik begitu membuat penasaran. Buku ini berakhir
Happy Ending.
Kekurangan
Pemilihan kata dalam buku ini kurang efektif, Terkadang terlalu susah
dipahami. Penulisan kata yang masih banyak kekurangan, seperti tidak
ada proses editing. Penggunaan EYD kurang tepat sehingga susah untuk
memahami beberapa kalimat yang tertulis dalam buku ini. Buku ini tidak
layak dibaca oleh anak dibawah umur. Buku ini tidak menuliskan tahun
terbit dan tidak ada identitas penulis.
Identitas Buku
Judul Buku : Ijinkan Aku Mencintaimu
Pengarang : Maria Celia
Penerbit : BINTANG INDONESIA
Kota Terbit : Jakarta
Cetakan : Cetakan Pertama
Ukaran Dimensi : 11.5 cm x 15.2 cm
Tebal Buku : 128 Halaman
*Mahasiswa STIKes ICSada