Happy Hello Kitty Kaoani

Tidak Diizinkan Klik Kanan Untuk Copy Paste !!!

Kamis, 24 Agustus 2017

Jasa Kursus Mengemudi Terus Berkembang

Jum'at, 25 August 2017 08:00:20
 

Reporter: Maratud Shofifah

blokBojonegoro.com -
Jasa kursus mengemudi masih diminati sejumlah masyarakat di Bojonegoro. Peserta kursus yang datang ingin memiliki kemampuan mengemudi roda empat. Karena pertumbuhan masyarakat memiliki mobil cukup tinggi jasa kursus terus berkembang.

"Jasa kursus mengemudi di Bojonegoro masih terus berkembang," kata pengelola kursus mengemudi yang terletak di Jalan Gajah Mada, Sarwindah.

Ia menerangkan, rata-rata konsumen yang datang mengambil berbagai jenis paket yang berbeda. Menurut Winda ada 3 jenis paket yang ditawarkan di antaranya paket 10 jam dengan sembilan pertemuan dengan biaya Rp950ribu, lima kali pertemuan dengan biaya Rp1,1 juta.

"Dan paket Sabtu-Minggu Rp1,2 juta," terangnya.

Setiap bulannya peserta kursus mengemudi yang datang mencapai 10 sampai 20 orang tergantung dari moment. "Kebanyakan kalangan perempuan yang belajar mengemudi," tandasnya.

Sementara itu, salah satu peserta pengemudi Anis (26) mengaku sengaja memanfaatkan jasa kursus mengemudi untuk belajar. "Sudah bisa nyetir namun masih takut, ditambah belajar lagi biar berani di jalan raya besar," imbuhnya. [ifa/ito]

Bagaimana Stroke Bisa Mengubah Sifat Seseorang?

Jum'at, 25 August 2017 07:00:08
 
Bagaimana Stroke Bisa Mengubah Sifat Seseorang?
Reporter: - 
ruditorosetiawan.com - Stroke menjadi penyebab kematian ketiga di dunia setelah kanker dan serangan jantung.
Meski tak sampai merenggut nyawa, stroke tetap menyisakan dampak, diantaranya perubahan sifat penderita.
“(Sifatnya) tidak akan pernah kembali persis sama dengan sebelum stroke,” kata dokter spesialis bedah saraf dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, di Tangerang, Selasa (22/8/2017).
Stroke atau brain attack merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak. Hal itu terjadi karena adanya gangguan sistem pembuluh darah ke otak.
Saat seseorang mengalami stroke, jaringan otak tak dialiri darah yang mengandung glukosa dan oksigen.
Kedua senyawa tersebut merupakan bahan bakar sel otak. Tanpa bahan bakar selama 90 detik, sel otak akan mati dan mengalami gangguan fungsi.
Sayangnya, jaringan otak tak mudah untuk melakukan regenerasi.Hambatan asupan glukosa dan oksigen bakal menyebabkan perubahan konstelasi otak.
“Sifat-sifat seseorang ditentukan oleh konstelasi otak bukan fisiknya. Jika ada perubahan konstelasi otak, tentu sifatnya juga berubah,” kata Roslan.
Maka, jangan heran saat keluarga pengidap mengidap stroke merasa bahwa orang terdekatnya bukanlah oran yang sama.
Namun, hal itu tak perlu diributkan. Orang tersebut tetaplah menjadi bagian dari keluarga Anda.
Yang lebih penting adalah penanganan pertama saat Anda mendapati anggota keluarga atau teman terkena serangan stroke untuk kali pertama.
Penanganan tepat pada saat pertama terkena stroke akan memperkecil risiko kecacatan dan memperbesar peluang selamat dari kematian.
Gejalanya bisa terlihat dari ketidakjelasan saat berbicara, mulut yang tak lagi simetris hingga lengan yang mengalami kelumpuhan.
Tindakan menusuk jari seseorang dengan jarum sebagai pertolongan pertama saat stroke harus dihindari. Itu hanyalah mitos.
“Kalau ada orang stroke harus cepat dibawa ke fasilitas kesehetan yang punya unit stroke. Ada dokter bedah saraf yang bisa diakses 24 jam. Ada fasilitas pemeriksaan, MRI (Magnetic Resonance Imaging), ada CT Scan,” ujar Roslan.
Roslan nemanbahkan, semakin lama jeda waktu pasien ditangani dokter, semakin kecil kemungkinan selamat dari kematian dan memperbesar kecacatan.
Sumber: http://health.kompas.com/read/2017/08/23/140713023/
bagaimana-stroke-bisa-mengubah-sifat-seseorang

Lucu...Camat Kanor Ikut Bermain Ludruk

Jum'at, 25 August 2017 01:00:13
 
Lucu...Camat Kanor Ikut Bermain Ludruk
Kontributor : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com -
Selain tertawa terpingkal-pingkal lantaran kelucuan yang dipentaskan oleh Gento Cs, ratusan masyarakat yang hadir, juga dibuat tertawa tanpa henti karena Camat Kanor, Subiyono ikut bermain ludruk dalam resepsi kenegaraan di halaman Kecamatan Kanor, Rabu (23/8/2017) malam.

"Sangat lucu mas, apalagi sambil berkata yang nyleneh-nyeleh, namun dalam hal yang positif," ungkap Arif, remaja asal Desa Sarangan.

Dengan menggunakan baju hitam dan memakai ikat kepala merah, Camat Kanor tidak kalah lucu dengan pemain ludruk lainya, sehingga mampu membuat ratusan masyarakat yang melihatnya tertawa dengan cukup keras, lantaran juga suksek berkolaborasi dengan para pemain ludruk yang notabene sudah handal dan hafal diluar kepala.

"Saya awalnya tidak tahu kalau beliau adalah Camat Kanor," lanjutnya kepada blokBojonegoro.com.

Terpisah, Ahmad menambahkan, ia sangat kaget dengan apa yang ditampilkan oleh Camat Kanor tersebut, lantaran jarang ada orang yang bisa bermain Ludruk dengan sangat bagus, bahkan bisa mengimbangi penampilan dari Gento Cs dan kawan-kawan.

"Saya baru pertama kali ini melihat pak Camat bermain Ludruk, dan sangat jarang ada penjabat yang bisa menghibur masyarakat sampai seperti ini," kata pria asal Kanor ini.

Sebelum acara Kesenian Ludruk dimulai, Camat Kanor juga sempat menyumbangkan sebuah lagu yang berjudul "Menunggu" yang berkolaborasi dengan 3 penyanyi bintang tamu. Dan hal tersebut, juga mendapat sebuah tepuk tangan yang luar biasa dari masyarakat yang hadir.[din/ito]

Selasa, 22 Agustus 2017

Stand di Taman Rajekwesi Sepi Pengunjung

Selasa, 22 August 2017 17:00:19

Reporter: Sutopo
 
blokBojonegoro.com - Stand atau ruko tempat berjualan sebagian pedagang di Taman Rajekwesi, Bojonegoro masih tampak sepi. Bahkan sebagian lapak pedagang ditutup untuk sementara.
 
Saat blokBojonegoro.com berkunjung ke Taman Rajekwesi Selasa (22/8/2017) siang. Stand pedagang tampak sepi, tak ada pembeli sama sekali.
 
Menurut penjaga Stand Kaos Bojonegoroan, Vivi, saat ini kondisi lapaknya memang sepi, namun tak jarang pengunjung ramai.
 
"Biasanya kalau hari libur pengunjung lumayan ramai. Tapi juga tidak bisa dipastikan untuk menjadi tolak ukur, sebab pengunjung naik turun," ujar cewek asal Kecamatan Balen itu.
 
Diketahui, Taman Rajekwesi Kota Ledre itu diresmikan langsung oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto. Di dalam taman itu juga disediakan mainan anak-anak, tempat bersantai di bawah pohon, stand pertokoan dan lainnya. [top/lis]

Kader NU Bubulan Protes Full Day School

Selasa, 22 August 2017 16:00:00
 
Kader NU Bubulan Protes Full Day School
Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Kader Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Bubulan melakukan protes terkait adanya Full Day School yang dicanangkan oleh pemerintah pusat, dengan memasang banner. Diantaranya MWC NU Bubulan, Banom NU seperti Gerakan Pemuda (GP) Ansor, IPNU dan IPPNU PAC Bubulan.

Dalam banner yang dipasang tertulis "Five Day School (lima hari sekolah) mematikan Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ, Permendikbud 23/3017 membunuh karakter anak bangsa."

Sementara itu, Camat Bubulan, Agus S. Hardiyanto mengatakan, jika hal tersebut adalah wajar, karena itu sebagian bentuk protes dari masyarakat. "Itu aspirasi dari masyarakat. Selama tidak mengganggu ketertiban tidak masalah," ujar Camat Kepada blokBojonegoro.com.

Pantauan di lapangan, pemasangan banner dilakukan di berbagai tempat, seperti di dekat masjid, gapura, di pohon dan lain-lain. [top/mu]

DPC PPP Buka Pendaftaran Bacabup Hanya Seminggu

Selasa, 22 August 2017 13:00:05
 
DPC PPP Buka Pendaftaran Bacabup Hanya Seminggu
Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com -
Setelah melakukan penjaringan internal beberapa waktu lalu, DPC PPP Kabupaten Bojonegoro mengukur keseriusan Bakal Calon Bupati (Bacabup) yang akan maju di Pilkada 2018. Sehingga partai berlambang Ka'bah itu membuka mendafataran mulai tanggal 24 sampai 31 Agustus 2017, dengan biaya pendaftaran Rp 20 juta.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bojonegoro, Choirul Anam menjelaskan, pendafataran bakal calon bupati ini sesuai intruksi DPP, sehingga serentak dilaksanakan di semua daerah yang akan melaksanakan Pilkada. Sebenarnya sesuai surat DPP tanggal 1 sampai 31 Agustus 2017.

"Karena berbagai persiapan dan pertimbangan, DPC PPP Kabupaten Bojonegoro membuka selama seminggu," jelasnya kepada blokBojonegoro.com, Selasa (22/8/2017).

Terkait dengan biaya pendafataran Rp 20 juta itu kebijakan daerah sendiri, untuk mengukur keseriusan calon. "Serta digunakan biaya survey dan yang lainnya," terang Mas Irul panggilan Choirul Anam.

Pasalnya kalau tidak dikenakan biaya pendafataran, dapat dimanfaatkan orang lain yang hanya bermain-main saja. "Mereka yang mendaftar, sudah disiapkan formulir pendafataran oleh panitia," pungkasnya. [zid/ito]

Senin, 21 Agustus 2017

Tragedi Penghadangan Serdadu di Selatan Bojonegoro

Selasa, 22 August 2017 12:00:41

Tragedi Penghadangan Serdadu di Selatan Bojonegoro
Serdadu Belanda melanjutkan gerakan untuk menduduki wilayah selatan Bojonegoro. Mereka menempati rumah dinas kehutan dekat jembatan Desa Kedungsari. Sore hari saat sebagian serdadu, mandi di sungai, Pasukan Gerilya (Pager) Desa menembaki mereka dari ketinggian.

Reporter: Parto Sasmito


blokBojonegoro.com -
Pasukan Gerilya (Pager) Desa yang telah dibentuk usai rapat koordinasi di Gondang yang dipimpin oleh Letkol Sudirman (Letjen purn) pada tanggal 2 dan 3 Maret 1949, selanjutnya pada tanggal 27 Maret, anggota-anggota Pager Desa Ngujung dan Pandantoyo yang sedang menjalankan tugas jaga, memberikan laporan kepada pos TNI di Temayang mengenai pasukan Belanda yang sedang bergerak menuju selatan, yakni lereng Gunung Pandan.

Sebelum komando menerima laporan tersebut, terlebih dahulu menerima kabar dari anggota pasukan kombet yang ditempatkan di Dander bahwa pasukan Marbrig akan melakukan penyerangan ke komando di selatan Temayang. Oleh karena itu, maka komando brigade dan batalyon mulai mengadakan persiapan, pos-pos taktis juga mulai mengatur pertahanan.
[Baca juga: Kemenangan Gerilya Diawali dari Gondang ]
Dari pihak lawan, yakni Belanda, dengan pasukan dua pleton melakukan gerakan dengan rute Desa Ngujung, Pandantoyo, Pundung dan menelusuri rel lori menuju Desa Kedungsari. Setibanya di  Desa Papringan, Kecamatan Sugihwaras, Regu Maun menyambut mereka dengan serangan menggunakan tembakan senapan mesin 12,7 yang telah disiapkan di ketinggian.

Namun malang, dalam pertempuran tersebut Sersan Maun bersama 3 anggotanya gugur. Sedangkan mereka dirampas dan Belanda melanjutkan gerakannya ke Kedungsari dan menempati rumah dinas kehutanan dekat jembatan untuk bermalam.

Tak berselang lama Belanda datang dan istirahat, regu mortir di bawah Seksi Suprapto menembakan senjata ke arah musuh tersebut. Sekitar pukul 17.00 WIB, Sersan Kasran membawa regu gabungan sudah berada di tempat yang lebih tinggi. Sementara musuh, sedang membuat dan mengatur pertahanan di sekeliling rumah yang akan ditempati bermalam.

Menjelang senja, saat serdadu-serdadu sedang mandi di sungai bawah pos penjagaan, regu Kasran menghujani mereka dengan peluru. Sejalan kemudian, serdadu lainnya yang sedang bertugas dan siap di belakang senapan mesin dalam pertahanan membalas tembakan, sehingga teman-temannya yang masih di sungai bisa menyelamatkan diri.

"Regu Kasra kemudian mundur dan kembali dengan selamat berkumpul dengan regu lainnya yang sedang melakukan persiapan," Panitia Penyusunan Sejarah Brigade Ronggolawe, Pengabdian Selama Perang Kemerdekaan bersama Brigade Ronggolawe.
Malam harinya, dengan komando dari Mayor Basuki Rakhmat, seksi Jajeri, seksi Suprapto dan regu Syari'in melancarkan serangan kembali ke Kedungsari. Tembak-tembakan berlangsung pada suasana gelap malam itu.

Pagi harinya, pada tanggal 28 Maret 1949, pasukan Belanda melanjutkan gerakan ke selatan di daerah sekitar Waduk pacal untuk mengadakan pembersihan. Tanpa mereka ketahui, ternyata regu Safii telah menunggu untuk melakukan penghadangan. Selanjutnya terjadi baku tembak yang diketahui bahwa seorang serdadu tewas terkena sasaran peluru. Dengan mebawa mayat tersebut, sebagian serdadu tidak melanjutkan gerakan dan kembali ke Kedungsari.

Meski kembali dengan membawa mayat, ternyata serdadu juga berhasil menyergap dan menembak mati 7 orang dalam perjalanan. Di antara korban tersebut adalah 3 orang rakyat biasa, dan Mantri Kehutanan Kedungsari, Sastrosudarmo yang diikuti prajurit Kadir dan 2 orang anggota TRIP, Sukahar dan Suhartono yang sempat meloloskan diri dengan masuk sungai Pacal. Namun akhirnya mereka tertembak dan gugur di tempat tersebut. [ito/mu]
Sumber: Pengabdian Selama Perang Kemerdekaan bersama Brigade Ronggolawe, Panitia Penyusunan Sejarah Brigade Ronggolawe