Happy Hello Kitty Kaoani

Tidak Diizinkan Klik Kanan Untuk Copy Paste !!!

Selasa, 18 April 2017

Turut Deklarasi AMSI, bB dan bT Bertekad #Berantas Hoax


Selasa, 18 April 2017 15:00:23
Turut Deklarasi AMSI, bB dan bT Bertekad #Berantas Hoax
Reporter: Nidhomatum MR

blokBojonegoro.com -
Blok Media Group (blokBojonegoro.com dan blokTuban.com) turut serta dalam kegiatan Deklarasi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) yang dilaksanakan di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/2017).

Keikutsertaan dua media di bawah naungan PT Blok Bojonegoro Media da  PT Blok Tuban Promosindo itu berarti turut serta dalam upaya memberantas hoax yang saat ini marak beredar di media sosial.
[Baca juga: Ketua Dewan Pers: AMSI Harus Perhatikan Media Daerah ]

"Saat ini berita-berita hoax memiliki kecepatan yang lebih untuk tersebar di dunia maya, di sisi lain berita-berita positif tak mampu untuk mengimbanginya," ujar Ketua Presidium AMSI, Wenseslaus Manggut.

Oleh sebab itu, butuh dukungan semua pihak untuk bersama-sama memberantas hoax yang sangat meresahkan dan berakibat buruk bagi masyarakat. AMSI sebagai salah satu wadah yang diharapkan bisa ikut meminimalisir beredarnya hoax di media, khususnya media daring.

Menurutnya, unsur-unsur berita positif bahkan sistem verifikasi media dan sertifikasi profesi wartawan hanya bisa memberantas sekitar 30-35 persen berita hoax. Sehingga, keberadaan AMSI bisa mengembangkan upaya penanggulangan berita bohong.

"AMSI juga diharapkan bisa menjadi wadah saling belajar para pengelola media online dengan mereka-mereka yang berkompeten. Belajar tentang etika, kode etik media Siber dan kode etik jurnalistik," pungkasnya. [lis/ito]

Nasi Kucing Warmindo H. Sukidjan Tak Pernah Sepi


Selasa, 18 April 2017 14:00:00
Nasi Kucing Warmindo H. Sukidjan Tak Pernah Sepi
Kontributor: Sutopo

blokBojonegoro.com - Jika anda melewati jalan Gajah Mada, tepatnya Setasiun Kereta Api Kota Bojonegoro ke barat sampai di traffic light, lihatlah ke selatan ruko paling barat menghadap ke utara ada warung yang selalu ramai pembeli. Jangan lewatkan untuk mampir sejenak di Warung Makan Indomie (Warmindo) H. Sukidjan (almarhum), untuk mencicipi nikmatnya Nasi Kucing yang mempunyai rasa khas dengan rajicak sambal goreng tahunya.

Selain menyediakan Nasi Kucing (nasi yang dibungkus dengan porsi kecil), di warung H. Sukidjan juga menyediakan gorengan seperti ote-ote, tempe goreng, tahu isi, dan gorangan masih banyak pilihan lainnya.

Tak perlu takut mengeluarkan uang yang banyak, karena hanya dengan Rp2.000 anda bisa menikmati sebungkus Nasi Kucing, ditambah dengan gorengan hanya Rp500 dijamin kenyang.

Wiko Utomo, salah seorang pramusaji mengatakan, bahwa setiap hari pengunjung selalu ramai baik siang hari maupun malam. "Alhamdulillah selalu ramai," katanya kepada blokBojonegoro.com.

Lebih lanjut dikatakan Wiko, dalam sehari warung H. Sukidjan bisa menghabiskan kurang lebih 500 bungkus Nasi Kucing. Disamping itu warung juga buka selama 24 jam nonstop. "Kami bukan 24 jam," jelasnya.

Untuk gorengan sendiri, warung tersebut setiap harinya bisa menghabiskan ribuan. "Untuk gorengan tempe saja setiap hari kurang lebih 600 biji ludes, belum gorengan yang lainnya bisa sampai ribuan, karena kami tidak menghitung secara pasti, saking banyaknya," kata Wiko.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Sari mengatakan, bahwa dirinya senang dengan Nasi Kucing warung H. Sukidjan, karena selain enak juga murah. "Enak, biasanya untuk Nasi Kucing kan terkenalnya di Jogja, tapi di sini juga ada," tandasnya. [top/mu]

Produk Bojonegoro Mulai Dilirik Modern Market


Selasa, 18 April 2017 12:00:00
Produk Bojonegoro Mulai Dilirik Modern Market
Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Produk–produk lokal Bojonegoro mulai dari beras dan aneka produk pertanian yang dihasilkan Bumi Angling Dharma, ternyata menarik beberapa modern market (pasar modern). Salah satu pasar modern yang mulai menjajaki adalah PT. Carrefour, hal ini terungkap saat pertemuan di Rumah Dinas Bupati Bojonegoro, Selasa (18/4/2017) pagi tadi.

Pertemuan di Ruang Management Review ini dihadiri oleh Pemkab Bojonegoro yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian, Drs. Setyo Yuliano serta staf ahli Kementerian Desa dan Perwakilan PT. Carrefour.

Asisten II Pemkab Bojonegoro, Setyo Yuliono saat menerima perwakilan Kementerian Desa dan PT. Transritel Carrefour mengatakan, bahwa sudah dibangun pusat pelatihan peningkatan pengolahan produk-produk lokal, dan tak hanya itu dalam upaya meningkatkan kualitas produk.

"Di sisi lain adalah pemerintah kabupaten berupaya untuk terus mencari terobosan kerjasama dengan berbagai pihak guna peningkatan pasar produk–produk lokal bojonegoro," terangnya.

Sementara itu, Wilopo, staf ahli Kementerian Desa dalam kesempatan pertemuan ini mengatakan, bahwa sejalan dengan program-program dari Kementerian Desa, dalam upaya mendukung kemajuan dan promosi potensi daerah. "Kementerian Desa siap untuk  mensupport produk-produk unggulan desa untuk meningkatkan pasar dan kerjasama dengan berbagai pihak  swasta," jelasnya.

Ditambahkan, terlebih lagi Kabupaten Bojonegoro punya potensi pada produk-produk lokal untuk dipasarkan ke luar Bojonegoro dan pasar modern seperti Carrefour untuk meningkatkan daya saing produk lokal di Indonesia.

Sedangkan Yeni, Senior Manager PT. Transritel Carrefour mengatakan, pihaknya siap membeli produk lokal daerah baik bahan mentah maupun olahan. Asalkan produk-produk itu kriteria memenuhi standar untuk dipasarkan dalam Ritel Carrefour. "Diharapkan dengan adanya produk lokal Bojonegoro di modern market ini akan turut serta mendongkrak  produk lokal sekaligus mendongkrak geliat sektor UMKM dan pertanian di Bojonegoro," harapnya.

Seusai pertemuan ini, Tim Kemendes dan Carrefour melanjutkan kunjungan ke lapangan yang didampingi Kabid Ekonomi Bappeda Eryan untuk melihat potensi produk salah satunya adalah produk lokal di Desa Ngringinrejo dan Desa Mojo Kecamatan Kalitidu. [zid/mu]

Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Pemkab Pesimis Tentukan Target?


Selasa, 18 April 2017 10:00:00
Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Pemkab Pesimis Tentukan Target?
Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro hanya bisa gigit jari, meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat, namun pesimis menentukan target proyeksi pendapatan pajak. Kemandirian keuangan Kabupaten Bojonegoro masih rendah, dibanding dengan tiga sumber pendapatan lainnya.

Hal itu disampaikan Dosen Fisip Universitas Bojonegoro (Unigoro), Miftahul Huda yang menjelaskan, dengan angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2015 yang mencapai sebesar 17,42 persen, sepatutnya Pemerintah Bojonegoro lebih optimis memproyeksi pendapatan.

"Mempublikasikan Pertumbuhan Ekonomi tinggi tapi pesimis menentukan target proyeksi pendapatan pajak," jelasnya kepada blokBojonegoro.com, Rabu (18/4/2017).

Menurut Miftahul Huda, yang juga aktivis Fitra Jatim, kalau kemandirian keuangan Kabupaten Bojonegoro masih rendah, dibanding dengan tiga sumber pendapatan lainnya. Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum signifikan menyumbang pendapatan daerah, miskin inovasi dan belum maksimalnya kinerja Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menggali sumber-sumber pendapatan untuk memperkuat kemandirian keuangan daerah.

"Jika dicermati komponen pendapatan yang mengalami penurunan salah satunya adalah pos pendapatan asli daerah (PAD). Pada KUA-PPAS 2017, PAD diproyeksikan sebesar 328,953 miliar atau turun sebesar Rp5,837 miliar dari APBD 2016 Perubahan," terangnya.

Selain itu, penurunan paling besar dari PAD ini dari sektor pajak daerah yang diproyesikan sebesar Rp72,980 miliar mengalami penurunan Rp6,553 miliar dari APBD 2016 perubahan.

Ditambahkan, orang Sakit Menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ramah HAM. Ada empat sumber Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bojonegoro, yakni Pajak, Retribusi, Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta Lain-lain PAD yang sah.

"Dari empat sumber pendapatan itu lain-lain PAD yang sah menjadi penyumbang terbesar PAD yakni sebesar Rp189,537.601.915 (189 miliar lebih) atau 56,6 persen dari PAD Kabupaten Bojonegoro (APBD P 2016)," imbuhnya.

Miftah sapaan akrabnya juga memaparkan, dari jumlah tersebut sebesar Rp103.414.785.000 (103 miliar lebih) bersumber dari BLUD (3 RSUD Kabupaten Bojonegoro). Kesehatan yang merupakan hak dasar warga negara yang wajib dipenuhi oleh pemerintah tidak seharusnya dibebani menjadi sumber PAD terbesar. [zid/mu]

Kartini, Kyai Sholeh Darat dan Kitab Tafsir Faidhur-Rohman


Selasa, 18 April 2017
Kartini, Kyai Sholeh Darat dan Kitab Tafsir Faidhur-Rohman
Oleh: Khozanah Hidayati*

Setiap tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Peringatan yang merujuk pada lahirnya Raden Ajeng Kartini, 21 April 1879. Kartini hidup pada zaman ketika kekuatan budaya masyarakat sangat permisif memandang perempuan. Zaman ketika budaya feodalisme dan patriaki masih dijunjung tinggi di bumi Nusantara. Zaman ketika  perempuan harus menanggung “double colonisation” (Kirsten Holst Petersen & Anna Rutherford, Beginning Postcolonialism, 2008). Penjajahan dari bangsa asing dan penjajahan dari bangsa sendiri yakni budaya patriaki.

RA Kartini berani berteriak lantang. Ia berusaha mendobrak kekakuan sehingga lahirlah mainstream paradigma baru terhadap perempuan di Indonesia. Namanya pun hingga kini terus dikenang sebagai pelopor pejuang emansipasi wanita Indonesia. Ini adalah bukti perhargaan bangsa Indonesia terhadap perjuangannya.

Kisah hebat perjuangan Kartini tersebar ke seluruh dunia berkat surat menyuratnya dengan sahabat-sahabat penanya di benua Eropa seperti Stella Zihandelaar, Ny. Abendanon dan Ny. Van Kol. Yang kemudian pada tahun 1911 oleh J.H. Abendanon surat-surat tersebut dibukukan menjadi sebuah buku yang dalam bahasa Belanda berjudul “Door Duisternis Toot Licht” atau dalam bahasa Indonesia artinya “Dari gelap menuju cahaya” yang kemudian oleh Armijn Pane ungkapan ini diterjemahkan menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang,” yang menjadi judul untuk buku kumpulan surat-menyuratnya.

Ternyata kalimat “Dari Gelap Menuju Cahaya” adalah sebuah penggalan dari ayat suci Al Qur’an Surat Al Baqoroh 257 yakni “Orang-orang beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya” atau dalam bahasa aslinya “minazh-zhulumaati ilannuur”. Kalimat “minazh-zhulumaati ilannuur” yang dalam bahasa Belanda Door Duisternis Tot Licht, itu sebenarnya berarti “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”, jadi bukan “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Walau terlanjur diartikan seperti itu tidak menghilangkan pemikiran R.A. Kartini yang menginginkan perubahan dari kegelapan menuju cahaya terang.

Bagaimana Islam menginspirasi RA. Kartini dalam perjuangannya mengusahakan emansipasi kaum perempuan di Nusantara ini? Kalau membaca surat-surat RA. Kartini yang diterbitkan oleh Abendanon dari Belanda, terkesan Raden Ajeng Kartini sudah jadi sekuler dan penganut feminisme. Namun kisah berikut ini semoga bisa memberi informasi baru mengenai Islam yang telah menginspirasi dan memberi panduan kepada RA. Kartini dalam perjuangannya.

Surat-surat RA. Kartini kepada sahabat-sahabat penanya di Belanda yang notabene sudah diedit dan dalam pengawasan Abendanon yang notabene merupakan aparat pemerintah kolonial Belanda plus orientalis itu, dalam surat-surat Kartini beliau sama sekali tidak menceritakan pertemuannya dengan Kyai Sholeh bin Umar dari Darat, Semarang (lebih dikenal dengan sebutan Kyai Sholeh Darat). Namun alhamdullilah, Ibu Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat, tergerak menuliskan kisah pertemuan RA. Kartini dengan kyai tersohor dan guru para ulama terkemuka di Nusantara ini.

Takdir, menurut Ny. Fadihila Sholeh, mempertemukan Kartini dengan Kyai Sholel Darat. Pertemuan terjadi dalam acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat, yang juga pamannya.

Kemudian ketika berkunjung ke rumah pamannya, seorang Bupati Demak, RA Kartini menyempatkan diri mengikuti pengajian yang diberikan oleh Mbah Kyai Sholeh Darat. Saat itu beliau sedang mengajarkan tafsir surat al-Fatihah. RA. Kartini menjadi amat tertarik dengan Mbah Kyai Sholeh Darat.

Kyai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al-Fatihah. RA Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, Kartini seakan tak sempat memalingkan mata dari sosok Kyai Sholeh Darat, dan telinganya menangkap kata demi kata yang disampaikan sang penceramah.

Ini bisa dipahami karena selama ini RA. Kartini hanya tahu membaca Al-Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.

Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Sang paman tak bisa mengelak, karena Kartini merengek-rengek seperti anak kecil. Berikut dialog Kartini-Kyai Sholeh.

“Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?” Kartini membuka dialog.

Kyai Sholeh tertegun, tapi tak lama. “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?” Kyai Sholeh balik bertanya.

“Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al-Fatihah, surat pertama dan induk Al Quran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.

Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan; “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Dialog berhenti sampai di situ. Ny. Fadhila menulis Kyai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali subhanallah. Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Al quran ke dalam Bahasa Jawa.

Kyai Sholeh Darat Semarang adalah guru para ulama besar di Indonesia diantaranya: KH. A. Dahlan (pendiri muhamadiyah), KH. Hasyim Asyari (pendiri Nahdlatul Ulama NU), KH. Kholil Rembang, KH. Munawir Krapyak Yogyakarta, Kyai R. Dahlan Tremas dan kyai-kyai lain yang kemudian menjadi pioneer atau pengasuh di masing-masing pesantren yang didirikannya.

Dalam pertemuan itu, RA. Kartini meminta agar Qur’an diterjemahkan karena menurutnya tidak ada gunanya membaca kitab suci yang tidak diketahui artinya. Tetapi pada waktu itu penjajah Belanda secara resmi melarang orang menerjemahkan al-Qur’an. Mbah Sholeh Darat melanggar larangan ini, Beliau menerjemahkan Qur’an dengan ditulis dalam huruf “arab gundul” (pegon) sehingga tak dicurigai penjajah.

Kitab tafsir dan terjemahan Qur’an ini diberi nama Kitab Faidhur-Rohman, tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab pegon. Kitab ini pula yang dihadiahkannya kepada R.A. Kartini pada saat dia menikah dengan R.M. Joyodiningrat, seorang Bupati Rembang. Kartini amat menyukai hadiah itu dan mengatakan:

“Selama ini Al-Fatihah gelap bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa yang saya pahami.”

Melalui terjemahan Mbah Sholeh Darat itulah RA. Kartini menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya yaitu: Orang-orang beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya (Q.S. al-Baqoroh: 257).

Dalam banyak suratnya kepada Abendanon, Kartini banyak mengulang kata “Dari gelap menuju cahaya” yang ditulisnya dalam bahasa Belanda: “Door Duisternis Toot Licht.” Oleh Armijn Pane ungkapan ini diterjemahkan menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang,” yang menjadi judul untuk buku kumpulan surat-menyuratnya.

Surat yang diterjemahkan Kyai Sholeh adalah Al-Fatihah sampai Surat Ibrahim. Kartini mempelajarinya secara serius, hampir di setiap waktu luangnya. Namun sayangnya penerjemahan Kitab Faidhur-Rohman ini tidak selesai karena Mbah Kyai Sholeh Darat keburu wafat.

Kyai Sholeh membawa Kartini ke perjalanan transformasi spiritual. Pandangan Kartini tentang Barat (baca: Eropa) berubah. Perhatikan surat Kartini bertanggal 27 Oktober 1902 kepada Ny Abendanon: “Sudah lewat masanya, semula kami mengira masyarakat Eropa itu benar-benar yang terbaik, tiada tara. Maafkan kami. Apakah ibu menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yang sama sekali tidak patut disebut peradaban. Tidak sekali-kali kami hendak menjadikan murid-murid kami sebagai orang setengah Eropa, atau orang Jawa kebarat-baratan”.

Dalam suratnya kepada Ny. Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis: “Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai.”

Lalu dalam surat ke Ny. Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis; “Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah.”

Hal-hal tersebut di ataslah yang sebenarnya membesarkan nama RA. Kartini di samping sebagai pelopor utama emansipasi wanita di Nusantara, beliau juga berjasa dalam mempelopori upaya menggerakkan Kyai Sholeh Darat untuk menerjemahan Al-Quran ke dalam bahasa Jawa dengan huruf arab pegon dan bisa dinikmati dan dimengerti makna per makna dari Ayat Suci Al-Qur’an.

Perjuangan RA. Kartini untuk diadakannya terjemahan kitab Al Qur’an ke dalam bahasa lokal perlu dihidupkan lagi semangatnya sehingga kandungan dalam kitab suci Al Qur’an bisa dihayati, dimengerti kemudian diamalkan sebagaimana tujuan diturunkannya kitab ini adalah agar dijadikan pedoman bagi umat manusia.

Perjuangan RA. Kartini yang menggerakkan Kyai Sholeh Darat menerjemahkan Al Qur’an ke dalam bahasa Jawa dengan huruf Arab pegon perlu dimasyarakatkan agar sejarah ini tidak terhapus dan tentunya bisa ditauladani oleh generasi kini dan generasi mendatang. Sehingga RA. Kartini tidak saja dikenal dan dikenang sebagai pejuang emansipasi wanita semata namun juga dikenang dan dikenal sebagai pelopor untuk diadakannya tafsir Al Qur’an dalam bahasa lokal (KH, 06 April 2017).

*Penulis adalah anggota FPKB DPRD Jatim.

Pentingkah Melakukan Foto 'Pre-wedding'?


Selasa, 18 April 2017
Pentingkah Melakukan Foto 'Pre-wedding'?
Reporter: -

ruditorosetiawan.com - Sekarang ini banyak sekali pasangan calon pengantin yang melakukan foto pre-wedding. Namun sebenarnya, apakah persiapan ini penting untuk dilakukan?

Carlita, Marketing Director Lockomotion Pictures menjelaskan bahwa dalam dua hingga tiga tahun terakhir ini memang kebanyakan pasangan calon pengantin melakukan foto pre-wedding.

“Tetapi akhirnya setelah acara pernikahan mereka menyesal, karena konsep (foto pre-wedding) nggak sesuai dengan yang diinginkan,” ujar Carlita dalam peluncuran Buku Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan di Jakarta, Kamis (13/4/2017).

Nah untuk itu, ia juga menekankan, bahwa pada dasarnya foto pre-wedding dapat dilakukan jika kedua belah pihak setuju untuk melakukannya.

“Tergantung mereka merasa perlu atau tidak, kalau mereka foto bisa memilih banyak (konsep), seperti menggunakan hobinya travelling misalnya,” pungkasnya.

Bagi Anda yang sedang memersiapkan pesta pernikahan, menurut Carlita lokasi outdoor dan indoor  sama-sama bisa menjadi pilihan untuk lokasi foto pre-wedding.

“Indoor akan lebih nyaman, tidak terlalu banyak berkeringat, tapi kalau outdoor harus hadapi medan yang berat dan cuaca yang nggak bisa diprediksi,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, kelebihan dari foto outdoor biasanya akan menghasilkan foto yang lebih bagus. Salah satu tempat di Indonesia yang menjadi favoritnya adalah Labuan Bajo.

Sumber: http://lifestyle.kompas.com

Kamis, 06 April 2017

Hari Terakhir, UNBK Jenjang SMK Lancar


Jum'at, 07 April 2017 00:00:26
Hari Terakhir, UNBK Jenjang SMK Lancar
Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMK hari terakhir pada Kamis (6/4/2017) berlangsung lancar tanpa adanya hambatan yang berarti.

Hal tersebut diungkapkan oleh perwakilan Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro, Kusnadi, menurutnya selama pelaksanaan UNBK yang mulai tanggal 3 April hingga terakhir berjalan lancar dan tak ada kendala apa pun.

"Pada tahun ini sebanyak 47 SMK yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer dengan rincian 17 SMK Negeri dan Sebanyak 30 SMK Swasta," jelasnya

Dari data yang diperoleh blokBojonegoro.com jumlah total peserta siswa yang mengikuti UNBK jenjang SMK sebanyak 6.388 siswa dengan rincian sebanyak 4.472 siswa SMK Negeri dan sebanyak 1.916 siswa SMK Swasta.

"Tahun ini semua sekolah jenjang SMA/SMK diinstruksikan sudah melaksanakan UNBK, sehingga nantinya ujian dilaksanakan sekali tanpa harus ada naskah kertas," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mendikbud mengeluarkan surat edaran Nomor 1 tahun 2017 tanggal 10 Januari 2017 kepada Gubenur dan Bupati tentang pelaksanaan Ujian Nasional 2016/2017, guna meminta seluruh instansi pemerintahan mendukung pelaksanaan UNBK. [sof/lis]